Terkait Bansos, Bupati Malra Minta Camat dan Kepo Bekerja Dengan Baik

Langgur, Malukupost.com – Bantuan Langsung Tunai (BLT) di tengah pandemi Covid-19 yang bersumber dari Dana Desa merupakan bentuk perhatian dari pemerintah pusat melalui pemerintah daerah.

“Kalau untuk memuaskan tentu tidak akan mungkin, paling tidak ada sentuhan dari pemerintah,” ujar Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun saat menyerahkan BLT di ohoi Somlain dan ohoi Ohoiren, Kecamatan Kei Kecil Barat, Jumat (15/5/2020).

Bupati Hanubun mengingatkan kepala-kepala ohoi (kepo) maupun pejabat kepala ohoi , untuk mengecek jenis-jenis bantuan yang diterima oleh warga.

“Nanti kepala-kepala ohoi maupun pejabat melalui Camat untuk mengecek di Dinas Sosial itu ada 5 sumber bantuan sosial Covid-19 yakni Dana Desa, BLT dari Kantor Pos, dari Pemerintah Daerah (provinsi dan kabupaten), PKH dan Bantuan Non Tunai,” ungkapnya.

Menurutnya, dari kelima jenis bantuan tersebut, setiap warga (orang/KK) hanya menerima salah satu jenisnya.

“Misalkan bagi yang belum dapat bantuan dari BLT Dana Ohoi ini akan dapat bantuan dari salah satu jenis bantuan-bantuan dimaksud, jadi warga yang sama tidak boleh terima ulang-ulang,” tandasnya.

Bupati Hanubun mengingatkan, hal tersebut perlu diperhatikan karena kurang lebih 127 ribu orang warga yang harus dilayani oleh pemda Malra.

“Saya juga sudah sampaikan kepada Dandim dan Kapolres agar TNI/Polri juga akan turut melakukan pengawasan terhadap penyaluran bansos-bansos Covid-19,” tuturnya.

Selain TNI/Polri, ada juga dari Pers (wartawan) yang akan membantun Pemda Malra dalam melakukan pengawasan penyaluran bansos dimaksud.

“Saya mau katakan bahwa ada teman-teman wartawan (ada 14 media) yang disiapkan untuk melakukan pengawasan,” tukasnya.

Dijelaskan Bupati Hanubun, selain mengawasi, para wartawan ini juga akan melakukan uji petik terkait validasi data warga penerima manfaat di seluruh kecamatan di wilayah Malra.

“Saya minta para camat dan kepala ohoi agar bekerja dengan baik dalam mendata warga penerima. Layanilah masyarakat tanpa membedakan satu dengan yang lain, karena saya tidak mau dengar ada warga yang kelaparan,” tegasnya.

Bupati Hanubun juga berharap, jika ada warga yang tidak atau belum dapat bantuan, agar tidak emosional (marah-marah).

“Kalau ada yang belum dapat bantuan, jangan marah-marah, diproses saja baik-baik pasti akan ada bantuan juga,” pungkasnya.

Pos terkait