Ambon, MalukuPost.com – Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku terus mendalami penyebaran Covid-19 di kantor DPRD Provinsi Maluku.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh menyatakan sekitar 20-an pegawai di Kantor DPRD Maluku itu sudah dilakukan tracking, termasuk lima pegawai dimana dua diantaranya dinyatakan positif Covid-19, yang merupakan hasil tracking dari anggota DPRD, Samson Atapary dan satu pegawai Sekretariat.
“Untuk DPRD Provinsi Maluku secara keseluruhan sekitar 20-an pegawai. Karena hasil keputusan seluruh pegawai administrasi diambil swab. Untuk hasilnya kita masih menunggu,”ujarnya di Ambon, Senin (10/08).
Pontoh menandaskan, jika pegawai-pegawai tersebut ada lagi yang positif, sudah tentu tracking berlanjut.
“Kalau misalnya ada hasil yang positif, itu yang dilakukan tracking kembali. Sekarang memang dengan aturan yang baru, kontak erat-pun kalau tidak bergejala memang tidak perlu di swab tetapi harus melakukan isolasi,”ungkapnya.
Pontoh menambahkan, hasil tracking dari Samson Atapary terhadap anggota DRPD lainnya belum dilakukan. Tetapi untuk keluarganya sudah dilakukan.
“Anggota DPRD yang di tracking dari Samson Atapary belum di swab, baru pegawai. Tetapi jika pelaku perjalanan bersamaan dengan terkonfirmasi maka harus tetap menjalani isolasi,”pungkasnya.


