Langgur, MalukuPost.com – Gedung Sekolah Dasar (SD) Inpres Uwat, yang berada di Kecamatan Kei Besar Utara Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), mengalami musibah kebakaran (Jumat, 28/8/2020).
Usai memperoleh informasi terkait musibah kebakaran tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malra langsung bergerak cepat.
Bupati Malra, M. Thaher Hanubun mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera membangun kembali bangunan sekolah yang terbakar beberapa waktu lalu tersebut.
“Jadi melalui Dinas Pendidikan Malra, kami langsung menyurati Dirjen di Kementerian Pendidikan di Jakarta untuk memberitahukan musibah tersebut. Dan puji Tuhan, kita patut bersyukur karena langsung dijawab dalam waktu yang sangat singkat,” ujarnya di Langgur, Kamis (3/9/2020).
Terkait penyebab kebakaran tersebut, hingga kini pihaknya belum mengetahui penyebab terjadinya musibah tersebut.
“Hingga saat ini, belum ada kepastian penyebabnya apakah karena hubungan pendek aliran listrik atau sebab-sebab lainnya. Namun, penyelidikan atas penyebab kejadian musibah tersebut masih ditangani pihak kepolisian,” ungkapnya.
Bupati Hanubun menjelaskan, meskipun gedung seklah terbakar, pihaknya terus berupaya maksimal agar murid-murid harus tetap bersekolah.
“Yang jelasnya bahwa murid-murid harus tetap sekolah, sehingga dengan kesempatan ini harus tetap diupayakan bagaimana caranya agar aktivitas sekolah tetap jalan,” tukasnya.
Terkait pembangunan kembali gedung sekolah akibat musibah tersebut, pemerintah lewat Kementerian Pendidikan telah menyiapkan anggarannya.
“Anggaran yang sudah disiapkan untuk membangun kembali SD Inpres tersebut adalah sebesar Rp 3 Miliar lebih. Apalagi SD Inpres ini adalah milik pemerintah sehingga segera dibangun kembali,” imbuhnya.
Diakui Bupati Hanubun, bahwa sekolah tersebut juga merupakan salah satu yang tertua. Namun dilain sisi, dirinya menyesalkan apabila memang ada unsur kesengajaan dalam musibah ini.
“Apabila memang ada unsur kesengajaan makanya saya meminta pihak berwajib untuk menelusuri dan menindak tegas. Dan untuk pembangunan kembali sekolah itu kami sudah punya lahan, karena Pemda punya bukti surat izin untuk membangun sekolah tersebut,” jelasnya.
Dijelaskan Bupati Hanubun, kerugian yang dialami akibat musibah kebakaran tersebut mencapai Rp 600 juta.
“Informasinya, kerugian ditaksir mencapai 600 juta rupiah, tetapi kita patut bersyukur karena anggaran yang dikucurkan dari Kementerian untuk pembangunan gedung sekolah hampir mencapai 4 Miliar,” bebernya.
Kepada seluruh warga masyarakat di Malra, Bupati Hanubun menegaskan bahwa semua itu menjadi tanggung jawab Pemerintah.
“Kepada warga masyarakat yang berada di Malra maupun diluar, saya mau katakan bahwa itu menjadi tanggungjawab pemerintah. Jadi, tidak perlu ada orang yang datang dengan janji-janjinya itu tidak perlu. Bupati melalui dinas pendidikan sudah melaporkan ke Kementerian, dan uang dari kementerian sudah siap,” pungkasnya.


