Gelar Panen Hadiah Simpedes, Ini Penjelasan Kepala BRI Kantor Cabang Tual

  • Whatsapp
Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.Ag (baju kuning) melakukan penekanan tombol untuk kategori hadiah Grand Prize, dalam Panen Hadiah Simpedes Periode I Tahun 2020 oleh BRI Kantor Cabang Tual, Sabtu (17/10)

Langgur, Malukupost.com – Usai menggelar kegiatan Panen Hadiah Simpedes Periode II (1 September 2019 – 29 Februari 2020) pada hari Minggu (12/7) lalu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Tual kembali mengelar Pengundian Panen Hadiah Simpedes Periode I Tahun 2020.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor BRI Cabang setempat, Sabtu (17/10), serta mengusung tema mengusung untuk kearifan lokal tersebut dihadiri pula oleh Walikota Tual, Adam Rahayaan.

Selain itu, hadir pula saksi-saksi diantaranya Kepala Dinas Sosial Malra, perwakilan dari Polsek Kei Kecil, serta Notaris PPAT.

Pimpinan BRI Cabang Tual, Johanes Alfred Simanjuntak menyatakan, dipilihnya tema tentang kearifan lokal, karena BRI merupakan BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia, dan bergerak serta bertumbuh bersama seluruh masyarakat Indonesia.

Untuk diketahui, BRI Cabang Tual melayani tiga kabupaten/kota yakni Kota Tual, kabupaten Malra dan kabupaten Kepulauan Aru.

“BRI sebagai BUMN tentunya ingin meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat, tapi kami juga tidak meninggalkan unsur-unsur budaya dimana BRI itu ditempatkan. Untuk itu, kami berharap dengan kearifan dan budaya lokal, BRI bisa menjadi satu dengan pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatan perekonomian masyarakat Indonesia, khususnya di kepulauan Kei dan kepulaan Aru,” ujarnya.

Simanjuntak menjelaskan, tabungan Simpedes sejak dahulu dikenal sebagai tabungan simpanan pedesaan (sebagai simpanan untuk masyarakat pedesaan), dan hingga saat ini, core bussiness (perhatian dari BRI) memang untuk masyarakat mikro.

Seiring dengan berkembangnya kehidupan, tabungan Simpedes kini bukan hanya menjadi milik masyarakat pedesaan tapi juga di perkotaan, dimana Simpedes merupakan salah satu branding (tabungan utama BRI) untuk digunakan seluruh masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan itu pula, Simanjuntak menjelaskan tentang keberadaan agen-agen Brilink yang merupakan perpanjangan pelayanan dari bank BRI itu sendiri.

“Agen Brilink ini kalau kita lihat banyak sekali, dan di tiga kabupaten/kota ini sudah berjumlah sekitar 580 lebih agen. Keberadaan agen Brilink ini untuk lebih bisa mendekatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat dalam bertransaksi, baik itu menabung, transfer, bayar listrik dan PDAM, hingga mengajukan pinjaman, bisa melalui itu. Keuntungan Brilink yakni masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk datang ke kantor cabang atau unit kerja sambil antri (menunggu) dengan waktu lama,” tandasnya.

Simanjuntak menambahkan, bank BRI juga turut aktif berperan serta dalam penyaluran bantuan produktif untuk usaha mikro.

Sebagai salah satu BUMN, pihaknya akan terus menyukseskan program pemerintah. Salah satu bantuan yang kini gencar dibicarakan yakni Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM ), dimana bank BRI juga dipercayakan dalam penyalurannya.

Pimpinan BRI Kantor Cabang Tual, Johanes Alfred Simanjuntak.

Proses penyaluran BPUM ini, pihak BRI Cabang Tual melakukan pelayanan khusus, mengingat penerima bantuan tersebut sangat banyak jumlahnya.

“Pelayanan untuk BPUM ini kami tidak lakukan di banking hall (dalam kantor) tapi kami alihkan di samping/belakang kantor ini. Saat pelayanan tersebut, para penerima BPUM ini diberikan nomor antrian agar peyalurannya dilaksnakan secra rapih. Selain menghindari antrian bagi penerima BPUM, kami juga tetap mengedepankan protokol kesehatan di masa pandemi ini,” bebernya.

Simanjuntak mengungkapkan, ada pula program pemerintah lainnya yakni Kredit Usaha Super Mikro (KUSM), yang merupakan tindak lanjut dari bantuan bagi warga lewat tabungan.

Hal ini didasarkan karena pandemi Covid-19 yang telah merubah kondisi kehidupan dan usaha-usaha.

Selain sebagai bantuan, KUSM ini juga untuk menggerakkan perekonomian dari mereka-mereka yang sudah menjalankan usahanya, namun karena pandemi, sehingga usaha tidak berjalan.

“Misalnya para karyawan yang dirumahkan akibat terganggunya bisnis di tempat kerjanya, sehingga mereka ingin memulai usaha. Hal ini dirangsang oleh pemerintah dengan pemberian KUSM. Dan untuk angsurannya akan dibantu oleh pemerintah sampai di akhir desember 2020 ini. Jadi, sangat meringankan dan sangat membantu,” tukasnya.

Simanjuntak menghimbau kepada kepada seluruh warga masyarakat di tiga kabupaten tersebut, yang ingin menggerakan roda perekonomiannya, agar dapat mendatangi kantor BRI atau agen-agen Brilink.

“Kami juga melakukan gerakan usaha jemput bola kepada warga melalui kerjasmaa dengan perangkat desa (ohoi), sehingga lebih cepat menindaklanjuti program pemerintah ini. Jadi, kami tidak bersifat menunggu untuk penyaluran BPUM ini tapi lebih proaktif. Kami juga bekerjasama dengan dinas koperasi terkait warga yang berhak mendapatkan BPUM ini,” pungkasnya.

 

Pos terkait