400 Krismawan dan Krismawati Paroki Ohoijang, Resmi Menerima Sakramen Krisma

  • Whatsapp
Perayaan Ekaristi Kudus, Penerimaan Sakramen Krisma di Paroki Ohoijang oleh Uskup Keuskupan Agung Merauke dan Administrator Apostolik Keuskupan Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, dipusatkan di Gereja Santo Yosep Ohoijang, Minggu (15/11/2020).

Langgur, Malukupost.com – Sebanyak 400 Krismawan dan Krismawati pada Paroki Santo Yosep Ohoijang, Minggu (15/11/2020), resmi menerima Sakramen Krisma yang diberkati langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC.

Diketahui, usai ditunjuk sebagai Uskup Agung Merauke, Mgr. Mandagi MSC menjabat sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Amboina.

Perayaan Misa (Ekaristi Kudus) penerimaan Sakramen Krisma tersebut, dipusatkan di Gereja Santo Yosep Ohoijang, yang dihadiri pula oleh para imam (pastor) serta biarawan dan biarawati lainnya.

Sebelum menerima sakramen Krisma, para calon krisma juga telah melakukan pengakuan dosa.

Pengakuan dosa tersebut diwajibkan sebelum menerima Sakramen Krisma, agar para calon krisma dalam keadaan layak yang artinya bebas dari dosa-dosa berat yang belum diakui.

Uskup Mandagi MSC dalam khotbahnya mengatakan, oleh Roh Kudus, kita dianugerahi Kasih Allah, yakni cinta kasih yang mengalahkan segala-galanya.

“Roh Kudus akan mengingatkan segala sesuatu yang diajarkan oleh Kristus. Artinya, Roh Kudus memiliki kekuatan yang dahsyat. Bersyukurlah kita memiliki Roh Kudus,” ujarnya.

Kepada para krismawan dan krismawati, Uskup Mandagi MSC berharap, semoga anugerah Roh Kudus membuat kita lebih mencintai sesama.

“Roh Kudus itu diletakkan di hati kita dan bergerak dari dalam menjadi spiritualitas, sehingga kita dapat menyaksikan banyak orang baik yang senantiasa bertahan dalam kebaikan,” tandasnya.

Dalam perayaan Misa tersebut, para calon penerima Krisma maju satu persatu didampingi Wali Penguatan (Wali Krisma) yang telah ditunjuk.

Selanjutnya, para calon penerima Krisma dengan teratur maju ke depan dan berlutut di hadapan Bapa Uskup, menundukkan kepala, menyerahkan diri, membuka hati untuk menerima tanda karunia Roh Kudus, sementara Wali Penguatan memegang bahunya.

Kemudian Uskup Mandagi membuat tanda salib pada dahi para penerima (dengan ibu jari yang telah dicelupkan kedalam minyak Krisma). Dengan demikian, penerima Krisma siap ditugaskan menyebarkan damai dan kasih Kristus untuk dunia.

Pos terkait