Mabuk Dan Mengaku Marinir, Delapan Pria Mengamuk Di Latta

  • Whatsapp
Sepeda motor dua pria mabuk yang mengaku marinir, tertinggal saat mereka melarikan diri ke Markas Angkatan Laut. Sementara meski tiga pohon natal rusak warga Latta tetap tenang dan tidak terprovokasi kata-kata SARA oleh dua pria mabuk, (foto ist)

Laporan Maluku Post – Ambon

Malukupost.com – Suasana damai di Negeri Latta Kota Ambon, terusik.  Delapan orang pria mengaku anggota marinir mengamuk. Mereka terlibat bentrok dengan beberapa pemuda.  Seorang anggota polisi yang menjadi penengah, juga menjadi korban amuk. Peristiwa ini terjadi dini hari Minggu (13/12) sekitar pukul 01.30 WIT.

Mulanya, lima pemuda Latta sedang menghabiskan malam Minggu dengan bermain game online di lorong depan Toko King.  Malam makin larut dan kendaraan makin jarang terlihat.  Tiba-tiba dua pria berboncengan melintas dari arah Halong menuju arah Passo.

Meskipun sudah berlalu, kedua pengendara sepeda motor kembali dan berhenti di hadapan anak-anak yang sedang asyik main game online.  Tanpa banyak bicara, satu di antara dua orang itu meninju pemuda Latta.

Melihat kawannya dipukul, para pemuda berhenti main game lalu balik membalas pukulan pria tadi. Keduanya pria itu lantas kabur menuju arah Halong.  Para pemuda Latta mencium bau minuman keras dari kedua pria.

Tidak lebih sepuluh menit, keduanya sudah kembali dengan enam rekan lain berboncengan dengan tiga sepeda motor.  Delapan orang ini mengamuk, merusak beberapa Pohon Natal yang  berjejer di sisi kiri-kanan jalan, sambil memaki-maki, dan mengeluarkan kata-kata provokatif berbau SARA.

Seorang anggota polisi yang datang melerai, langsung menjadi sasaran amuk.  Mereka mengeroyok petugas polisi sambil memperkenalkan diri.

“Kita ini marinir,” ucap salah satu dari kedelapan pria tersebut kepada petugas polisi.

Seorang warga Halong Baru bernama Andy Leatomu yang melintas di situ bersama istrinya, mencoba menenangkan suasana.  Ternyata Andy juga menjadi korban amuk pria-pria tadi.  Andy pun langsung pergi ke Markas Angkatan Laut untuk melaporkan peristiwa ini.

Selain Andy, seorang perempuan juga menjadi korban pukulan dan tendangan.  Namanya Dewi Sumantri.  Dia menjadi sasaran tendangan dan pukulan sampai bibirnya berdarah. Pria-pria tadi terganggu oleh aktivitas Dewi merekam kejadian tersebut memakai kamera HP.

Kepada Media Online Maluku Post, Dewi mengatakan, dia ingin kasus ini ditangani secara baik oleh penegak hukum.  “Harus proses hukum,” katanya.

Warga Latta tidak terima.  Ketika warga makin banyak keluar rumah datang ke TKP, delapan pria itu melarikan diri masuk ke kompleks angkatan laut.  Sepeda motor yang digunakan dua pria yang berbau minuman keras tertinggal di TKP.  Sepeda motor pelat nomor polisi DE 4150  KB itu, diantar warga Latta ke Polsek Baguala.

Petugas Polsek Teluk Baguala dan Provos Angkatan Laut tiba di tempat kejadian sehingga suasana dapat ditenangkan.  Provos kemudian meminta para saksi dari warga Latta untuk dimintai keterangan.

Media Online Maluku Post belum bisa mengkonfirmasi apakah pria-pria yang mengaku marinir dan berlari ke dalam kompleks Angkatan Laut tersebut benar-benar anggota marinir atau bukan.

Saat berita ini dirilis, petugas provos sudah memeriksa saksi-saksi dari warga Latta.  Para saksi pun sudah kembali ke rumah, namun pemeriksaan akan dilanjutkan.

“Pulang dulu, nanti dihubungi kembali,” kata petugas provos kepada Dewi Sumantri dan para saksi lainnya. (Maluku Post)

Pos terkait