Wagub Maluku: Perisitiwa Natal Wujud Kemurahan Tuhan Kepada Manusia

Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno

Ambon, MalukuPost.com – Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Barnabas, Nathaniel Orno menyatakan, peristiwa Natal merupakan perwujudan dari kemurahan Tuhan yang Maha Kuasa kepada umat manusia, melalui kelahiran Yesus Kristus, yang diimani sebagai Sang Juru Selamat, yang dipercayai akan menyelamatkan manusia yang percaya kepada-Nya.

“Kebahagiaan perayaan Natal, tentunya membawa kebahagiaan bagi seluruh umat Kristiani di manapun berada, termasuk juga bagi Umat Kristiani Gereja PPK Suara Ketebusan Jemaat Keluarga Imamat Rajani,” ujarnya saat menghadiri perayaan Natal Gereja PPK Suara Ketebusan Jemaat Keluarga Imamat Rajani, Negeri Lama, Kecamatan Baguala, Ambon, Senin (14/12/2020) malam.

Orno katakan, melalui peristiwa Natal Tuhan melakukan pekerjaan penyelamatan bagi dunia dan manusia.Karena itu, segala kemuliaan hanya bagi Tuhan, dan damai sejahtera di Bumi, diantara manusia yang berkenaan kepada-Nya.

“Dan biarlah kita Agungkan terus nama-Nya, sebab kasih-Nya lebih kuat dari amarah, dan cinta-Nya lebih kuat daripada penghukuman,” imbuhnya.

Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno
Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno

Dijelaskan Orno, perayaan Natal akan membangun kesadaran dan komitmen diri yang kuat dari seluruh orang percaya dalam mengaktualisasikan hidup menjadi lebih berarti, lebih berguna, lebih bermanfaat, baik bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

“Itulah sebenarnya merupakan makna hakiki dari Natal, yang mampu membangun kebersamaan diantara seluruh umat manusia. Perayaan Natal melalui kehadiran terang Ilahi menawarkan persahabatan berdasarkan cinta kasih merupakan panggilan bagi seluruh umat Kristiani, termasuk juga bagi Jemaaat Keluarga Imamat Rajani Gereja PPK Suara Ketebusan,” katanya.

“Oleh karena itu, saya berharap, jemaat harus mampu meningkatkan kualitas keimanan serta memancarkan cinta kasih di dalam seluruh kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya lagi.

Menurut Orno, Kedewasaan iman lahir karena proses pembentukan Allah yang tidak terjadi secara instan, melainkan secara bertahap. Setiap hari, Allah menginginkan iman agar senantiasa mengalami perubahan baru, sehingga iman semakin tumbuh subur di dalam Kristus.

“Kita harus meyakini bahwa kita tidak akan kuat menghadapi tantangan dan beban hidup tanpa ķedewasaan iman kepada Yesus Kristus. Kedewasaan iman akan membawa kita semua yang percaya kepada-Nya untuk berdiri tegak menyambut Tuhan dengan penuh sukacita,” tandasnya.

Orno menambahkan, seluruh umat percaya harus membangun kesadaran untuk memuliakan Tuhan dalam seluruh aktivitas, tugas dan tanggungjawab masing-masing. Tak hanya itu, perayaan Natal di saat ini, tentunya akan semakin meningkatkan kepekaan sosial warga jemaat terhadap dinamika sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

“Natal membuka kita semua pada lemahnya diri manusia untuk menopang harapannya. Natal membuktikan kepada manusia bahwa tanpa campur tangan Allah, manusia tidak memiliki pengharapan dalam hidupnya. Dengan demikian hendaknya saudara-saudara sekalian dan saya untuk tetap berpegang teguh pada pengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus, serta menunjukan perilaku hidup sesuai dengan iman Kristiani,” pungkasnya.

Pos terkait