Maichel Papilaya dan Marla Kailola Dipercaya Perkuat Yaperti GPM

AMBON, MalukuPost.com – Yayasan Perguruan Tinggi (Yaperti) GPM periode 2026-2030 mulai menunjukkan arah baru dalam penguatan tata kelola kelembagaan dengan melibatkan figur profesional dari dunia perbankan dan keuangan daerah.

Dua nama yang menjadi perhatian dalam susunan pengurus baru Yaperti GPM yakni Maichel Papilaya dan Marla Beatriecs Kailola.

Keduanya dipercayakan masuk dalam Divisi Pendanaan Yaperti GPM dan resmi dilantik bersama ratusan pengurus, komisi, dan tim pelayanan Sinode GPM dalam Ibadah Minggu yang berlangsung di Gedung Gereja Maranatha Ambon, Minggu (17/5/2026) malam.

Pelantikan dilakukan langsung Ketua Sinode GPM, S.I. Sapulette, didampingi jajaran Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM.

Masuknya dua figur berlatar belakang profesional keuangan tersebut dinilai menjadi langkah strategis di tengah tantangan besar yang dihadapi lembaga pendidikan tinggi gereja saat ini.

Sebagai Komisaris Bank Maluku Malut, Maichel Papilaya dikenal memiliki pengalaman di bidang tata kelola korporasi dan sektor perbankan daerah. Sementara Marla Kailola yang menjabat Direktur Keuangan Perumda Panca Karya dinilai memiliki kapasitas dalam pengelolaan keuangan dan manajemen kelembagaan.

Kehadiran keduanya di tubuh Yaperti GPM dipandang bukan sekadar pelengkap struktur organisasi, tetapi bagian dari upaya memperkuat fondasi manajemen, pengembangan pembiayaan, serta tata kelola lembaga pendidikan milik Gereja Protestan Maluku tersebut.

Di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif, perguruan tinggi berbasis gereja kini dituntut tidak hanya kuat secara pelayanan dan spiritualitas, tetapi juga sehat dalam pengelolaan kelembagaan, keuangan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Karena itu, keterlibatan figur profesional dinilai penting agar Yaperti GPM mampu menjawab tantangan zaman, termasuk penguatan kualitas pendidikan, digitalisasi kampus, pengembangan infrastruktur, hingga keberlanjutan pembiayaan pendidikan tinggi.

Selain itu, keterlibatan figur profesional juga dinilai memperlihatkan bahwa pelayanan gereja dapat dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk dunia keuangan, manajemen, dan pengembangan kelembagaan.

Pelantikan pengurus Yaperti GPM sendiri menjadi bagian dari pelantikan besar Badan Penyelenggara Pelayanan, komisi, tim kerja, pengurus, pengawas dan pembina yayasan di lingkup Sinode GPM periode 2026-2030 yang melibatkan total 441 orang.

Ibadah pelantikan berlangsung penuh penghayatan dengan nuansa sukacita jemaat yang memenuhi Gedung Gereja Maranatha Ambon.

Dalam khotbahnya, Pelayan Firman Pdt. W. Terloit mengingatkan bahwa keterlibatan dalam pelayanan merupakan bentuk kesediaan menolong gereja untuk terus menghadirkan harapan bagi umat.

Ia menegaskan bahwa pelayanan tidak selalu lahir dari peristiwa besar, tetapi sering bertumbuh dari pergumulan dan pengalaman hidup yang dijalani dengan kesetiaan kepada Tuhan.

Momentum pelantikan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa gereja terus membuka ruang kolaborasi antara spiritualitas pelayanan dan profesionalisme dalam membangun masa depan lembaga pendidikan GPM di Maluku.

Pos terkait