SAPARUA, MalukuPost.com – Denting sejarah kembali bergema dari tanah Saparua. Di bawah langit pagi yang khidmat, tarian cakalele mengiringi nyala obor perjuangan dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209 di Lapangan Merdeka Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (15/5/2026).
Api yang berpindah dari tangan Raja Negeri Saparua menuju Camat Saparua, lalu diteruskan kepada Bupati Maluku Tengah hingga akhirnya dinyalakan Gubernur, Hendrik Lewerissa ke obor induk, seolah menjadi simbol bahwa semangat perjuangan Pattimura tidak pernah padam dari generasi ke generasi.
Mengusung tema “Teladani Perjuangan Pattimura Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”, Gubernur Hendrik Lewerissa yang bertindak sebagai Upulatu menegaskan bahwa peringatan 15 Mei tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan semata.
“Kita hadir di sini bukan sekadar mengenang 15 Mei 1817 atau hanya membakar obor. Api Pattimura harus terus menyala di dada setiap anak Maluku,” tegas Lewerissa di hadapan peserta upacara.
Menurutnya, perjuangan masa kini memang tidak lagi mengangkat parang dan salawaku melawan kolonialisme, tetapi menghadapi tantangan baru berupa kemiskinan, kebodohan, ketimpangan pembangunan, ketertinggalan teknologi hingga ancaman terhadap persatuan bangsa.
Lewerissa juga mengingatkan pesan legendaris Kapitan Pattimura sebelum dihukum gantung di Benteng Victoria Ambon. “Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit.”
Kalimat itu, kata dia, kini menemukan relevansinya pada generasi muda Maluku yang dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa tercerabut dari akar budaya, pela gandong, dan semangat siwalima.
“Maluku tidak boleh menjadi penonton di negerinya sendiri. Maluku harus tampil di garis depan pembangunan kawasan timur Indonesia,” ujarnya.
Upacara yang berlangsung penuh nuansa historis itu ditutup dengan peletakan karangan bunga di Tugu Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura sebagai penghormatan atas perjuangan sang kapitan bagi bangsa dan tanah Maluku.


