Jakarta, MalukuPost.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menemui Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Arnold Ritiauw, di Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
Pertemuan itu membahas penanganan abrasi, pembangunan talud pantai, hingga penyediaan air bersih di wilayah Maluku.
Dalam audiensi tersebut, Gubernur Lewerissa didampingi lima kepala daerah di Maluku, yakni Wali Kota Tual Yani Renuat, Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun, Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel, Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri, serta Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa.
Lewerissa mengatakan abrasi di wilayah pesisir Maluku kini semakin mengkhawatirkan akibat dampak perubahan iklim. Menurutnya, kondisi itu mengancam permukiman warga di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.
“Masalah yang kita hadapi nyata. Abrasi terus menghantam desa-desa pesisir kami. Kalau tidak ada intervensi serius dari pemerintah pusat, lima sampai sepuluh tahun ke depan dampaknya akan semakin besar,” kata Lewerissa dalam keterangannya.
Ia meminta pemerintah pusat mendukung pembangunan talud pengaman pantai dan penguatan bantaran sungai di sejumlah wilayah rawan abrasi.
Selain penanganan pesisir, Pemprov Maluku juga mengusulkan percepatan sejumlah proyek strategis, seperti Blok Masela, Maluku Integrated Port, hingga pembangunan Bendungan Waiapo di Kabupaten Buru.
Menurut Hendrik, Bendungan Waiapo ditargetkan mulai berfungsi pada 2027 dan akan mengairi sekitar 10 ribu hektare lahan sawah untuk mendukung swasembada pangan di Maluku.
Dalam pertemuan itu, persoalan air bersih di wilayah kepulauan juga menjadi perhatian. Hendrik berharap pemerintah pusat dapat membantu pembiayaan pembangunan infrastruktur air bersih di daerah terpencil.
Menanggapi usulan tersebut, Arnold Ritiauw memastikan pemerintah pusat akan mendukung pembangunan infrastruktur pengairan dan perlindungan pantai di Maluku.
“Apa yang bisa kita kerjakan di pusat, kita kerjakan. Apa yang bisa dikerjakan pemerintah daerah, juga harus dijalankan. Yang terpenting adalah sinergi,” ujar Arnold.
Ia juga meminta seluruh pemerintah daerah segera menyiapkan masterplan pembangunan agar usulan program bisa segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.
“Kami tidak akan membiarkan Maluku. Kami akan memberikan yang terbaik,” katanya.
Turut hadir mendampingi Dirjen yakni Dedy Natrihfazhal Dedisky Nazaroeddin (Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air), Muhammad Rizal (Direktur Kepatuhan Irigasi), Birendrajana (Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air), Fikri Abdurrochman (Direktur Sistem dan Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Air), Mochammad Dian Alma’ruf (Plt. Direktur Sungai dan Pantai), Slamet Lestari (Plt. Direktur Bendungan dan Danau), A. Adi Umar Dani (Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan), Dedi Yudha Lesmana (Plt. Direktur Irigasi dan Rawa), Mohammad Firman (Plt. Direktur Air Tanah dan Air Baku), Yunitta Chandra Sari (Kepala Sekretariat Dewan Sumber Daya Air Nasional), serta Darweni D (Kepala Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo).


