AMBON, MalukuPost.com – Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan tidak pernah memiliki niat sedikit pun untuk merendahkan atau tidak menghargai organisasi resmi manapun di daerah ini, termasuk Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Maluku.
Penegasan itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, menanggapi polemik terkait sambutan Pemerintah Provinsi Maluku dalam pembukaan Konferensi Wilayah dan Pelantikan Pengurus ISNU Maluku yang sebelumnya menuai sorotan dari sejumlah warga Nahdlatul Ulama di Maluku.
Menurut Kasrul, persoalan yang terjadi murni disebabkan adanya miskomunikasi antara panitia pelaksana dan pemerintah daerah terkait jadwal serta teknis acara.
“Kami Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan bahwa tidak ada maksud atau niat sedikit pun untuk merendahkan satu organisasi resmi yang ada di Provinsi Maluku. Pemerintah provinsi memberlakukan hal yang sama kepada semua organisasi di daerah ini,” tegas Kasrul, Sabtu (16/05/2026).
Ia menjelaskan, awalnya panitia menyurati Wakil Gubernur Maluku untuk melakukan audiensi terkait agenda pelantikan pengurus ISNU yang akan berlangsung pada 16 dan 17 Mei 2026. Surat tersebut tertanggal 3 Mei 2026.
Seiring waktu berjalan, kata Kasrul, Wakil Gubernur kemudian mendisposisikan surat tersebut kepada Sekretaris Daerah untuk ditindaklanjuti.
Namun setelah itu, muncul kembali surat kedua tertanggal 7 Mei 2026 yang ditujukan kepada Wakil Gubernur untuk menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.
“Persoalannya, di dalam surat itu memang disebutkan acara berlangsung tanggal 15 dan 16 Mei pukul 09.30 WIT, tetapi tidak dicantumkan secara jelas pembukaan dan sambutan itu dilaksanakan tanggal berapa dan jam berapa,” jelasnya.
Di saat bersamaan, lanjut Kasrul, Pemerintah Provinsi Maluku tengah menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209 di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, yang dihadiri langsung Gubernur, Sekda, dan para pejabat pimpinan tinggi pratama.
“Karena seluruh jajaran sedang berada di Saparua, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Yahya Kotta, ditugaskan mewakili pemerintah daerah, baru dihubungi panitia saat sudah berada di lokasi kegiatan Pattimura. Pak Yahya sudah terlanjur berada di Saparua, baru kemudian ditelepon oleh ketua panitia,” ujar Kasrul.
Ia juga menambahkan, pelaksanaan Konferwil dan Pelantikan ISNU Maluku dilakukan secara hybrid, yakni sebagian peserta hadir langsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku dan sebagian lainnya mengikuti melalui Zoom Meeting dari kabupaten/kota. Dengan kondisi tersebut, sambutan Pemerintah Provinsi Maluku akhirnya disampaikan secara virtual oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Yahya Kotta melalui Zoom.
“Panitia juga telah menyiapkan link Zoom dan saat itu tidak ada keberatan dari panitia. Bahkan panitia menyampaikan terima kasih karena peserta dari daerah-daerah juga mengikuti secara daring,” katanya.
Kasrul kembali menegaskan bahwa Gubernur, Wakil Gubernur, maupun Sekda tetap menghormati seluruh organisasi kemasyarakatan dan intelektual di Maluku, termasuk ISNU sebagai bagian dari elemen penting pembangunan daerah.
“Sekali lagi, Pemerintah Provinsi Maluku, terutama Gubernur dan Wakil Gubernur, tidak pernah berniat mengecilkan, merendahkan, ataupun tidak menghargai organisasi resmi manapun di daerah ini,” tandasnya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Maluku mengakui komunikasi dan koordinasi ke depan perlu diperbaiki agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kedepan kita akan lebih hati-hati. Kepada panitia kegiatan, bukan hanya ISNU tetapi semua pihak yang mengundang Gubernur, Wakil Gubernur, maupun Sekda hendaknya H-1 atau H-2 sebelum acara dilakukan konfirmasi kembali supaya hal-hal seperti ini tidak terulang,” pungkas Kasrul.


