15 Januari Bakal Dilakukan Vaksinasi Di Maluku

  • Whatsapp
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr Doni Rerung
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr Doni Rerung

Doni: Ada Empat Kabupaten/ Kota Yang Belum Siap

Ambon, MalukuPost.com – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr Doni Rerung menyatakan pelaksanaan vaksinasi di provinsi setempat bakal dilaksanakan serentak pada tanggal 15 Januari dan bakal diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, sesuai jumlah yakni sebanyak 15.120 vaksin.

“Jadi yang pertama tenaga kesehatan kategori 18-59 tahun, itupun tidak semua sesuai syarat yang ada, misalnya comorbid. Tetapi tidak semua penyakit comorbid yang tidak bisa divaksin, misalnya hipertensi, gangguan ginjal, jantung,” ujarnya di Ambon, Selasa (05/01/2020).

Doni katakan, berdasarkan laporan dari 11 pemerintah kabupaten/kota, tujuh daerah sudah dinyatakan siap melaksanakan vaksin, sedangkan empat daerah yang belum siap, karena masih beproses, yaitu Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara.

“Pelaksanaan vaksinasi sesuai laporan yang diterima baru tujuh daerah, karena diisyaratkan masing-masing Dinas membuat SK penunjukan faskes yang boleh melakukan vaksinasi, sisanya dalam proses untuk meng-SK-kan fasilitas kesehatan yang boleh melakukan vaksin,” ungkapnya.

Dijelaskan Doni, prinsipnya semua kabupaten/kota, wajib dan siap melakukan vaksin. Untuk jumlah penerima vaksin masing-masing daerah, dirinya tidak mengetahui pasti, karena harus melihat data kembali. Namun pastinya, pemberian vaksin sesuai permintaan dari daerah.

“Lebih lanjut kendala saat ini yang dialami, misalnya fasilitas Cold Chain atau tempat penyimpanan vaksin. Sesuai persyaratan penyimpanan vaksin harus 2-8 derajat celcius. Sebab itu menjadi pertanyaan apakah teman-teman di puskesmas punya tempat penyimpanan yang memadai atau tidak. Selain itu tenaga vaksin yang terlatih, serta alur rantau dingin yang memadai,”katanya.

“Setelah tahap I selesai, akan dilanjutkan tahap II bagi TNI, Polri, dan ASN yang memberikan pelayanan publik, tahap berikut untuk masyarakat dari April sampai 2022. Jadi secara bertahap,”katanya lagi.

Doni menambahkanm Menyikapi informasi media sosial terkait pemberian Vaksin, sehingga menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat maka Pemerintah dan Satuan Tugas terus melakukan sosialisasi terkait pemberian vaksin.

“Untuk itu diharapkan masyarakat agar tidak khawatir, karena vaksin yang diberikan mantinya telah melalui penelitian sains, semua negara melakukan hal ini,” pungkasnya.

Pos terkait