Dinas Pendidikan Malra Terapkan Pembelajaran Online Pada Wilayah Rawan Penyebaran Covid-19

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan Kabupoaten Maluku Tenggara, Clemens Welafubun, S.Pd (paling kanan), saat konfrensi pers Tim Satgas Covid-19 Malra, Jumat (8/1/2020).

Langgur, MalukuPost.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Clemens Welafubun menjelaskan, mencermati perkembangan Covid-19 di Malra, pihaknya masih memperpanjang liburan.

“Kami masih memperpanjang libur sekolah. Usai rakor bersama pak bupati hari Jumat (8/1) kamarin, kami akan melakukan kajian untuk mengambil langkah selanjutnya,” ujarnya di Langur, Senin (11/1/2020).

Welafubun mengungkapkan, terkait dengan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19, pihaknya terus melakukan penyesuaian kebijakan seiring dengan perkembangan Covid-19 di kabupaten Malra.

Perkembangan penyesuaian kebijakan ini sudah beberapa dilakukan sejak pertama Covid-19 mulai mewabah di Malra, dengan menerapkan pembelajaran dari rumah melalui daring dan pendampingan guru.

Welafubun menambahkan, hal tersebut kemudian oleh Kementerian Pendidikan mengizinkan bagi daerah yang zona hijau dan kuning (termasuk didalamnya Malra) untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka hingga Desember 2020.

“Ketika memasuki tahun 2021, pada tanggal 2 Januari kemarin saya berkoordinasi dengan Kadinkes Malra (dr. K. Notanubun, M.Kes) tentang perkembangan Covid-19 di Malra seperti apa, dan ternyata angkanya agak tinggi,” tandasnya.

Menurutnya, pada kalender pendidikan seharusnya tatap muka sudah harus dimulai kembali tanggal 4 Januari 2021, namun dengan informasi yang diterima dari Dinkes Malra, pihaknya mengambil kebijakan yakni untuk sementara waktu sekolah-sekolah di Malra diliburkan selama satu minggu (sampai tanggal 11 Januari 20201 hari ini).

“Beberapa hari lalu saya minta data dari ibu dokter tentang peta penyebaran Covid-19 pada daerah/lokasi yang rawan di Malra, misalnya daerah Langgur, Pemda, Faan, Ohoijang. Kami akan lakukan kajian-kajian pada daerah-daerah yang rawan seperti itu dengan menerapkan pembelajaran secara daring,” ungkapnya.

“Sementara pada daerah-daerah yang penyebarannya rendah, mungkin kita akan lakukan secara tatap muka tapi dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan tinggi disertai pembagian (shiff) waktu pembelajaran yang lebih mengamankan siswa,” katanya lagi.

Welafubun menegaskan, pihaknya akan mengkaji dua prinsip. Yang pertama bahwa kesehatan siswa itu penting, yang kedua adalah bahwa kecerdasan siswa juga itu penting.

“Jangan sampai kita terlalu takut terhadap Covid-19, dan setelah itu kecerdasan anak-anak kita menurun. Jadi dua hal ini akan kita kaji,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sehubungan dengan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Malra, hari ini akan digelar rapat bersama seluruh pimpinan OPD Malra yang akan dipimpin oleh Sekda Malra dan Dandim 1503.

Pos terkait