Terkait Vaksinasi Covid-19, Ini Penjelasan Kadinkes Malra

  • Whatsapp

Langgur, MalukuPost.com – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dr. Katrinje Notanubun mengatakan terkait Vaksinasi Covid-19, kementerian kesehatan akan menggelar seminar online (webinar) tentang petunjuk teknis tentang pelaksanaan imunisasi yang menurut rencana akan dilaksanakan serentak pada tanggal 13 Januari 2021.

Hal tersebut disampaikannya saat rapat bersama Pemkab Malra tentang persiapan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Malra.

Rapat bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati M. Thaher Hanubun tersebut, dihadiri pula Dandim 1503 Tual Letkol Inf. Mario Christian Noya, Sekda Malra, para staf ahli bupati dan Asisten serta pimpinan OPD, dipusatkan di kantor bupati setempat, Jumat (8/1/2020).

Menurutnya, terkait rencana pelaksanaan tersebut tentu saja jika sudah melewati Emergency Use Authorization (EUA).

“Jadi, artinya sudah ada otorisasi dari BPOM dan MUI,” ujarnya.

Pada kesempatan itupula, dr. Notanubun menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan vaksinasi, Malra termasuk dalam empat locus untuk penyiapan cold room di provinsi Maluku.

Pihaknya juga diminta untuk mempersiapkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya yakni listrik, dimana daya harus mencapai 53.000 watt (53 Kilovolt ampere/Kva).

“Kami sementara berkoordinasi dengan pihak PLN, dan nanti anggarannya harus masuk pada APBD. Kami juga harus menyiapkan paket Kit Anafilaftik, jika terjadi kondisi-kondisi yang tidak diinginkan, kami sudah siap,” tandasnya.

Selain itu, terkait dengan Vaksinator, sebanyak 110 orang tenaga kesehatan (nakes) akan dilatih. Nakes yang dilatih tersebut yakni setiap puskesmas sebanyak 5 orang dan rumah sakit 10 orang yang terdiri dari dokter, bidan dan perawat yang mempunyai surat tanda registrasi (SIP).

“Dalam pelaksanaan vaksinasi nanti itu ada empat meja yang kami siapkan. Meja satu untuk pendaftaran, yang kedua untuk scranning (dokter, perawat dan bidan akan memeriksa untuk melakukan scranning). Kemudian meja ketiga itu untuk pelaksanaan, sementara meja keempat adalah untuk melakukan penginputan melalui aplikasi “Pcare” (aplikasi BPJS),” ungkapnya.

Dijelaskan dr. Notanubun, selama dua pekan terakhir, pihaknya telah menginput seluruh tenaga kesehatan baik ASN maupun non ASN yang bekerja di rumah sakit, klinik, puskesmas, laboratorium dan apotek.

“Syukur karena data kami sudah seratus persen terinput, mudah-mudahan dengan juknis-juknis yang ada kami siap. Dan sebagai kelompok pertama divaksinasi adalah tenaga kesehatan, setelah itu pelayan publik, BUMN dan terakhir masyarakat,” tukasnya.

Terkait dengan pelaksanaan vaksin, dr. Notanubun yang juga Juru Bicara Satgas Covid-19 Malra menambahkan, vaksin akan diprioritaskan pada kelompok pertama kepada tenaga kesehatan (nakes).

Selain itu, juga kepada masyarakat berumur 18-59 tahun yang tidak memiliki penyakit komorbit. Bagi memiliki penyakit komorbit seperti diabetes melitus dan TBC, jika mereka mendapatkan pengobatan maka harus ada referensi dari dokter

Ada pula penyakit-penyakit yang tidak bisa diberikan vaksin yakni mereka yang pernah terpapar Covid-19 dan sakit kanker. Kalau yang mengalami darah tinggi, jika dalam pengobatan yang terkontrol maka bisa diberikan vaksin.

“Jadi, yang punya penyakit-penyakit tertentu, nanti ada pemeriksaan dokter untuk menentukan apakah yang bersangkutan dapat divaksinasi atau tidak. Kami berharap dari kelompok usia 18-59 tahun dapat mencapai sasaran 70 % agar dapat melindungi para Lansia dan anak-anak (herd immunity),” pungkasnya.

Untuk diketahui, Vaksinasi untuk kelompok pertama akan dilaksanakan Januari-April 2021, sementara untuk seluruh masyarakat hingga April 2022.

Pos terkait