Update Vaksinasi di Maluku : Nakes dan Paramedis Wajib Disuntik Vaksin Sinovac

  • Whatsapp
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Doni Rerung
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung

Ambon, MalukuPost.com – Juru bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Doni Rerung menyatakan seluruh tenaga kesehatan (Nakes) dan paramedis wajib disuntik Vaksin Sinovac, untuk mencegah penularan Covid-19.

“Berhubung tahap pertama bagi tenaga kesehatan, bukan hanya dokter dan perawat, tetapi kaitan orang yang bekerja di fasilitas kesehatan, baik supir, cleaning service, pegawai administrasi masuk kategori, semua wajib di vaksin,”ujarnya di Ambon, Rabu (06/01/2021) usai rapat koordinasi secara virtual, antara Presiden dengan seluruh Gubernur,

Menurut Doni, Nakes yang akan di Vaksin, sesuai data masuk mencapai 14.598 orang atau 85 persen. Ini menandakan Maluku sudah siap melaksanakan Vaksin. Dari jumlah tersebut belum ada satupun Nakes yang menolak, semuanya bersedia.

“Belum ada yang menolak. Jadi kita tidak mendahulukan sanksi, tapi pendekatan kesadaran untuk melakukam. Itu jauh lebih baik dibanding ancaman dan sanksi,”ucapnya.

Doni katakan, untuk kepala daerah yang ingin divaksin belum ada yang bersedia atau tidak, tetapi minimal yang dilihat syarat-syarat yang ditetapkan apakah memenuhi syarat untuk divaksin atau tidak.

“Pak Presiden sudah mengharapkan seluruh kepala daerah ikut dalam vaksinasi selagi memenuhi syarat,”cetusnya.

Menyangkut kesiapan daerah di Maluku, Doni menandaskan dari sebelumnya 7 daerah, kini 11 kabupaten/kota semuanya sudah menyatakan bersedia sesuai SK dari masing-masing Kepala Dinas Kesehatan, berupa penunjukan fasiltas layanan kesehatan (Fasyankes) Vaksinasi.

“Itu berarti 11 kabupaten/kota sudah siap melaksanakan Vaksinasi,”tegasnya.

Doni menandaskan, langkah selanjutnya masing-masing kabupaten/kota berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dalam menginput aplikasi piker vaksin, untuk nantinya diberikan username dan pasword oleh BPJS kepada Puskesmas yang ditunjuk melakukan Vaksin.

“Jadi tinggal menunggu masing-masing kabupaten/kota mudah-mudahan dalam seminggu ini sudah beproses, termasuk di dalamnya latihan kepada tenaga yang melakukan vaksin,”katanya.

Dijelaskan Doni, sebelum 13 Januari pelaksanaan serentak Vaksin se-Indonesia, vaksin sudah didistribusikan ke 11 kabupaten/kota, mengingat untuk Maluku baru akan dilaksanakan 15 Januari. Setelah didistribusikan, maka masing-masing kabupaten kemudian melanjutkan ke Puskesmas yang ditunjuk melakukan Vaksin, sesuai syarat yang ditentukan, mulai dari sisi tenaga kesehatan vaksin, cold chain, rantai dingin, dan izin operasional, serta penyediaan obat alergi.

“Sebelum didistribusi, tentu akan diperiksa betul tempat penyimpanan vaksin atau Cold Chain harus 2-8 derajat celcius. Jadi betul-betul dikawal suhunya, jangan sampai mencapai 15-20 derajat celcius, vaksinya rusak, sehingga betul-betul dikawal dan prosesnya sementara jalan,”bebernya.

Doni menambahkan, untuk Nakes di daerah terpencil yang tidak dijangkau diharapkan datang langsung ke tempat Fasyankes yang direkomendasi melakukan Vaksin.

“Tidak mungkin menjangkau kesana kalau fasyankes tidak memadai, jadi mereka datang langsung puskesmas yang melakukan Vaksin,”harapnya.

Pos terkait