Ambon, MalukuPost.com – Gubernur Maluku, Murad Ismail menyatakan keberadaan Wisma Muzdalifah Asrama Haji Provinsi Transit Maluku merupakan suatu kebutuhan utama, karena menjadi salah satu pusat seluruh proses pelayanan ibadah haji kepada masyarakat.
“Gedung Wisma Asrama Haji Transit ini juga merupakan salah satu upaya dalam memaksimalkan peran dan tanggung jawab pemerintah, memberikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah haji di Maluku,” ujarnya di Ambon, Minggu (7/2/2021) saat peresmian Gedung Wisma Muzdhalifah Asrama Haji Transit Ambon.
Dijelaskan Murad, ada beberapa hal penting, khususnya bagi Kanwil Kemenag Maluku yakni pertama adalah peresmian itu mesti dijadikan momentum para pimpinan dan jajaran Kanwil tersebut untuk memperbaiki kinerja disiplin, peningkatan capaian kinerja, kelancaran pelayanan publik serta mampu membuat terobosan besar. Kedua, peresmian Asrama Haji Transit itu, harus menginspirasi masyarakat dan Kanwil Kemenag Maluku beserta jajaran, untuk terus melakukan konsolidasi dan evaluasi mengenai berbagai hal, terhadap pelaksanaan ibadah haji sehingga memberikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah haji.
“Ketiga, biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan gedung asrama haji transit ini cukup besar dan itu berasal dari uang rakyat yang dikelola oleh negara. Atas dasar ini, sudah seharusnya rasa memiliki bersama untuk memelihara dan merawat gedung asrama tersebut harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Gunakan gedung ini sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
Gubernur Murad juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tokoh pemuka dan majelis agama dari masing-masing agama, yang selalu memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi umat di Maluku, agar setiap pemeluk agama menjalankan ajaran agamanya dengan sebaik-baiknya, sehingga tercipta suasana kondusif.
“Kami juga berharap para tokoh agama se-Maluku untuk selalu tanggap terhadap aspirasi masyarakat, karena pemuka agama adalah penyambung lidah umat. Mari kita bangun Maluku, dimana ulama dan majelis agama sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan pembangunan nasional di bidang keagamaan,”katanya.

“Pembangunan Asrama Haji Transit Maluku, juga tidak lepas dari campur tangan Pemda dan dukungan penuh dari lembaga legeslatif DPRD Maluku. Bukti keterlibatan Pemda dalam menunjukan komitmen kuat dapat dilihat dari pembebasan lahan seluas 5-6 hektar untuk pembangunan Asrama Haji Transit Maluku ini. Membuka dan mengalihkan akses utama jalan masuk ke lokasi asrama sepanjang 600 meter,” bebernya.
Sekedar diketahui, Gedung Wisma Muzdhalifah Asrama Haji Transit berlantai lima, dengan kapasitas 114 kamar, dengan daya tampung sebanyak 560 jamaah haji, menelan biaya lebih dari Rp.61 miliar yang bersumber dari SBSN Kemenag RI tahun 2018. Selain dilengkapi fasilitas restaurant, asrama juga dilengkapi dengan aula pertemuan serta lift berdaya tampung 30 orang.


