Ambon, MalukuPost.com – Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI, H. Nizar Ali menyatakan Gedung Wisma Muzdalifah yang merupakan Asrama Haji Transit Maluku ditetapkan menjadi Embarkasi Haji Antara selain itu keberadaan wisma tersebut mafaatnya sangat besar terhadap umat Islam di Ambon dan Maluku.
“Usai peresmian ini, Gedung Wisma Muzdalifah Asrama Haji Transit Maluku ditetapkan menjadi Embarkasi Haji Antara. Gedung ini juga bisa dimanfaatkan untuk pertemuan keagamaan skala besar. Saya rasa inilah kekayaan luar biasa yang dipersembahkan untuk rakyat Maluku,” ujarnya Ali meresmikan Gedung Wisma Muzdhalifah Asrama Haji Transit, Ambon, Minggu (7/2/2021).
Menurut Nizar, Embarkasi Haji Antara Maluku bisa ditingkatkan lagi statusnya menjadi Embarkasi Haji Full/penuh. Namun harus memenuhi 9 syarat, salah satunya yakni asrama haji harus mampu menampung 2 kloter jamaah haji dalam setiap hari keberangkatan.
“Kalau sekarang sudah mampu menampung 1 kloter. Tinggal menambah gedung atau ruangan untuk 1 kloter lagi, agar statusnya berubah dari Embarkasi Antara menjadi Embarkasi Penuh. Dengan demikian, jamaah haji tidak perlu lagi melakukan transit penerbangan ke Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, sudah bisa terbang dari Ambon menuju Jeddah, Arab Saudi,” bebernya.
Nizar katakan, persyaratan lain yang diamanatkan adalah landasan pacu yang memenuhi persyaratan penerbangan tiga ribu meter. Bahkan dirinya yakin Gubernur Murad Ismail telah membahasanya dengan kementerian Perhubungan.
“Itu standar penerbangan internasional untuk bisa di landingi pesawat berukuran besar seperti pesawat jenis Boeing 777, 747 atau Air Bus 420,” jelas Nizar Ali. Dan ini di luar kewenangan Kemenag RI jika berkaitan dengan penambahan panjang landasan Bandara Internasional Pattimura Ambon,” katanya.
“Andaikan landasan pacu bandara telah selesai diperpanjang, maka tahap akhir adalah pelaksanaan verifikasi dari Arab Saudi. Jika sudah layak digunakan dari segi keamanan, maka tidak ada alasan untuk tidak menetapkan Asrama Haji Transit Maluku dari Embarkasi Haji Antara menjadi Embarkasi Haji Full,” katanya lagi.
Nizar menambahkan, pihaknya akan mendukung Pemda untuk mewujudkan embarkasi haji penuh ada di Maluku.
“Yang jelas, kita akan mendukung. Maluku harus bisa, karena cukup strategis sebagai pintu gerbang wilayah timur Indonesia. Jadi, Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku Utara dan Ambon, bisa menjadi titik kumpulnya keberangkatan langsung ke Arab Saudi melalui Bandara Internasional Pattimura Ambon. Jamaah hajinya juga hanya menjalani karantina sehari untuk persiapan administrasi dan lainnya di dalam gedung ini. Dan Ini juga sudah ada koordinasi antara kami dengan Pemda,”pungkasnya.
Sekedar diketahui, Gedung Wisma Muzdhalifah Asrama Haji Transit berlantai lima, dengan kapasitas 114 kamar, dengan daya tampung sebanyak 560 jamaah haji, menelan biaya lebih dari Rp.61 miliar yang bersumber dari SBSN Kemenag RI tahun 2018. Selain dilengkapi fasilitas restaurant, asrama juga dilengkapi dengan aula pertemuan serta lift berdaya tampung 30 orang.


