Ini Janji Palsu Bupati SBB Dan Anaknya Kepada Ohorella

Ambon, MalukuPost.com – Janji yang disampaikan Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Yasim Payapo untuk mengawinkan anaknya Iqbal Payapo yang merupakan Anggota DPRD Maluku dengan anak dari Ali Ohorella hanya sebuah janji palsu.

Dalam rapat rapat yang difasilitasi Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Maluku, Senin (01/02/2021) dimana Iqbal Payapo tidak hadir, terkuak bahwa sudah 10 tahun berpacaran bahkan sampai pada tahap meminang pada Agustus 2019, ditindaklanjuti dengan mahar pada januari 2020, bahkan sudah ada pemesanan gedung pada tanggal 8 Maret. Namun harapan untuk menikahi anaknya semua hilang seketika, tanpa ada penjelasan resmi dari keluarga Yasin payapo.

“Perlu diketahui selama enam kali pertemuan dengan badan kehormatan, awal pertemuan saya diundang secara pelapor, lalu kemudian langkah berikutnya pertemuan kedua disepakati dengan terlapor. Terlapor menyampaikan akan melakukan pertemuan, tetapi sampai tiga kali ini tanpa ada alasan tidak hadir pada pertemuan lembaga terhormat,”ujar Ali Ohorella.

Ohorella katakan, ketidakhadiran Iqbal Payapo merupakan sebuah pelecehan yang terhadap badan kehormatan dan ketua DPRD.

“Padahal seharusnya dia harus menujukan perilaku baik sebagai Wakil rakyat,” tandasnya.

Menurut Ohorella, anaknya dan Iqbal Payapo sudah berpacaran kurang lebih 10 tahun, tentu sudah melewati suka dan duka, namun dengan gampangnya memutuskan sebelah pihak tanpa ada persoalan yang jelas.

“Saya ingin menghadirkan dia ingin menanyakan, karena menyangkut privasi saya. Olehnya saya tempuh secara kekeluargaan, komunikasi dengan bapaknya, saya telepone 21 kali tidak direspon, ini menunjukan bahwa seorang pemimpin publik figur, seharusnya dia juga memberikan pelayanan yang baik. Tapi kemudian apa yang saya rasakan hari ini betul-betul sangat luar biasa,”bebernya.

Diungkapkan Ohorella, Yasin Payapo yang adalah ketua DPD Partai Hanura sudah mengirimkan delegasi, dengan menyatakan apabila anaknya tidak jadi nikah, maka dirinya akan PAW anaknya, bahkan mencabut nama anaknya dari daftar keluarga.

“Itu yang saya tuntut janji itu, namun sampai saat ini tidak tepati. Saya sudah melakukan pendekatan keluarga lalu kemudian tidak gubris. Dengan hal ini, menunjukan perilaku tidak bagus, kalau dia tidak melaksanakan itu,”kesalnya.

Ohorella menandaskan, Payapo sudah menebar, siap siap menerima ancaman dari keluarganya. Hal ini menunjukan ada perilaku premanisme.

“Saya mau bilang, supaya dibuka, Mudah-mudah ini menjadi respon buat dia untuk dia hadir, kalau tidak ada langkah selanjutnya yang akan dilakukan, melalui proses PN dan partai, dan partai ini saya yakin sungguh bahwa mereka sudah respon,” tegasnya.

Dijelaskan Ohorella, terhadap hal persoalan itu sudah termasuk dalam pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Iqbal. Dimana Sesuai UU pasal 58 dengan putusan MK 3191 perdata tahun 1984 meng-amini, bahwa apabila melanggar, maka dengan sebuah kosekuensi adalah ganti rugi. Pihaknya juga sudah membuat surat resmi ke partai, untuk membeberkan semua persoalan tersebut.

“Kalau saya orang beragama yang takut Tuhan, saya akan lakukan itu apalagi dia ketua DPD, publik figur lagi sebagai Bupati. Jadi ini sikap emosional saya, artinya sudah dilakukan pendekatan keluarga, sudah dilakukan segala cara, sehingga saya lakukan ini karena sudah melewati batas,”urainya.

Ohorella berharap berharap, kedepan rapat terakhir yang akan kembali di agendakan, ada titik terang.

“Mudah-mudahan pertemuan terakhir ada titik terang kalau tidak saya beberkan lebih besar. Saya mau Iqbal Payapo merespon batal atau jalan. Jadi saya tunggu saja,”pungkasnya.

Sementara itu, Bupati SBB Yasin Payapo dikonfirmasi melalui Whatsapp ternyata tidak menanggapinya.

Pos terkait