Gelar Seleksi Pemain U16 Dan U19, Asskab Malra Tetapkan Sepuluh Pemain

Seleksi Pemain U16 dan U19 oleh Asskab PSSI Malra yang dihadiri langsung oleh Ketua dan Sekjen Asskab setempat. Kamis (15/3/2021).

Langgur, Malukupost.com – Assosiasi Provinsi (Assprov) PSSI Maluku melakukan seleksi pemain untuk Timnas U16 dan U19.

Pelaksanaan seleksi tersebut digelar hanya di enam kabupaten yang sudah ada kepengurusan assosiasi yang definitif.

Keenam kabupaten dimaksud yakni kabupaten Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Buru, Maluku Tenggara dan Buru Selatan.

Untuk Asskab Malra sendiri telah melakukan seleksi pemain-pemain kategori usia dimaksud pada hari Senin (15/3).

Kepada Malukupost.com di Langgur, Rabu (17/3/2021) Ketua Asskab Malra, Protus Remetwa membenarkan hal tersebut.

“Kami hari senin kemarin sudah melakukan seleksi pemain U16 dan U19. Dan dari hasil seleksi ini nanti dari setiap Askab itu mengirim sepuluh pemain dari masing-masing tingkatan umur, U16 itu lima pemain dan U19 juga lima pemain,” tandasnya.

Remetwa mengungkapkan, yang mengikuti seleksi adalah pemain-pemain yang klubnya resmi berada dibawah naungan Askab Malra, ditambah dengan dua klub yang terdaftar di Asprov Maluku yakni Fanhars FC dan Dolorosa FC.

“Jadi, dua klub yang bernaung dibawah Asprov Maluku juga mengirim pemainnya untuk ikut seleksi, ini sesuai petunjuk dari Ketua Assprov Maluku,” katanya.

Remetwa mengakui pihaknya mengalami keterlambatan dalam proses seleksi dimaksud, namun kegiatan seleksi dapat dilaksanakan dan didukungan para pelatih masing-masing klub.

“Kita telah menetapkan sepuluh pemain dari hasil seleksi. Kategori U16 lima orang dan U19 lima orang. Hasil tersebut sudah disampaikan ke Assprov PSSI Maluku untuk dilanjutkan ke PSSI dalam seleksi Timnas Indonesia U16 dan U19,” ujarnya.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini, dari hasil seleksi tersebut Askab PSSI Malra telah menetapkan sepuluh pemain yang dinyatakan lulus.

Kesepuluh pemain tersebut yakni Dionisius H. Kanarubun (2003), Yusril Ohoiwer (2004), Kostantinoval Renyaan (2001), Finansius Jamco (2003), Silvester B. R (2001), Daniel Falen Horokubun (2005), Josep Primus Ohoilulin (2005), Lukas Teturan (2005) Euggelion Elki Fatbinan (2004) dan Djuan E. P. Rafra (2006).

Pos terkait