Nama Dosen Unpatti Diabadikan Pada Spesies Ikan Khas Sulawesi

  • Whatsapp
Dosen Fakultas Perikanan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Dr. rer. Nat. Gino Valentino Limmon, M.Sc bersama lukisan Rumphius, dan spesies ikan Schismatogobius limmoni. (foto gino valentino)
Dosen Fakultas Perikanan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Dr. rer. Nat. Gino Valentino Limmon, M.Sc bersama lukisan Rumphius, dan spesies ikan Schismatogobius limmoni. (foto gino valentino)

Laporan Rudi Fofid-Tual

Malukupost.com – “What a surprise“. Begitulah Dosen Fakultas Perikanan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Dr. rer. Nat. Gino Valentino Limmon, M.Sc menulis pada akun facebook, 16 Februari lalu. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada dua nama ilmuwan Philippe Keith dari Muséum National d’Histoire Naturelle Paris dan Nicolas Hubert dari Institut de Recherche pour le Développement (IRD).

Pada status tersebut, sang dosen menyertakan foto ikan Schismatogobius jantan dan betina. Foto karya Nicolas Hubert tersebut diberi keterangan nama spesiesnya Schismatogobius limmoni. Pada bagian atas foto, tertulis, spesies baru ikan Sulawesi.

Rupanya, Gino menyebut “what a surprise” lantaran nama marganya “Limmon” dijadikan nama spsies baru tersebut Schismatogobius limmoni.

“Spesies baru ini dinamakan limmoni didedikasikan bagi Gino Limmon dari Unpatti, untuk segenap karya-karyanya meningkatkan pengetahuan kami tentang ikan-ikan Indonesia dan penerapannya bagi konservasi fauna perairan Indonesia,” tulis Philippe Keith dkk mengenai alasan nama limmoni pada spesies tersebut.

Tim peneliti ikan terdiri dari Philippe Keith dkk mengumumkan nama spesies Schismatogobius limmoni pada halaman 57, jurnal edisi Januari 2021 berjudul “A new species of Schismatogobius from Sulawesi”.

Kepada Media Berita Maluku Post, Sabtu (13/3), Gino mengaku benar-benar kaget atas berita yang dia terima dari Philippe Keith, sang kurator yang memiliki lisensi untuk memberi nama pada spesies baru.

“Ada spesies baru ditemukan di Maluku tetapi diberi nama untuk kolega dari luar Maluku. Justru spesies baru di Sulawesi diberi nama sesuai nama saya, walau saya tidak ikut menemukan spesies baru tersebut,” ungkap Gino.

Gino menyebutkan, laut dalam di Maluku masih punya potensi besar untuk penemuan spesies baru. Akan tetapi, Maluku masih terkendala dengan peralatan dan dukungan dana. Sebab itu, untuk masa depan, masih sangat dimungkinkan adanya penemuan spesies baru di perairan Maluku.

Penamaan Limmoni pada spesies baru ini mendapat reaksi positif di Maluku. Apalagi, tidak banyak nama orang Maluku diabadikan pada spesies tumbuhan.  Selain nama gadis Ambon Susanna pada bunga Flos Susannae oleh Rumphius, terakhir ada Acropora desalwii untuk Des Alwi yang menemukan spesies karang di Banda.  Sebab itulah, banyak kalangan menyambut gembira nama Limmoni pada spesies ikan ini.

Tulisan Gino pada akun facebooknya mendapat respon berbagai pihak, baik dari kalangan kampus maupun kerabat lainnya. Kata-kata bangga, proud, congratulation, bertaburan pada kolom komentar. Status tersebut juga dibagi-bagikan dan diberi apresiasi dengan penuh kebanggaan. Salah satu komentar datang dari kawan sekolah Gino di SMA Negeri 1 Ambon Jacky Manuputty.

“Di sela-sela acara persidangan Sinode GPM ke-38, selalu ada waktu untuk mengunjungi sahabat karib. Santap siang bersama Dr Gino Valentino Limmon, kepala Pusat Kelautan dan Kemaritiman Universitas Pattimura yang namanya baru diabadikan untuk satu spesies ikan baru Schismotogobous limmoni”, tulis Jacky di akun facebooknya.

Media Berita Malukupost.com menghubungi Jacky, Jumat (12/3) pagi. Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) tersebut mengungkapkan kebanggaannya atas capaian Gino sebagai peneliti.

“Selama ini, banyak nama ilmiah disematkan pada peneliti dari luar. Kali ini, peneliti anak daerah Maluku. Tentu capaian ini harus jadi perangsang untuk menggelorakan kerja-kerja penelitian di daerah oleh anak-anak daerah sendiri,” papar Jacky.

Menurut Jacky, Unpatti harus sungguh-sungguh terpacu mengembangkan diri sebagai research university. Para dosennya harus berlomba-lomba memperbanyak research professor dan bukan cuma teaching professor. (malukupost/foto gino valentino)

Pos terkait