Tual, Malukupost.com – Kepala Badan Pendapatan (Papenda) Kota Tual, Arobi Bugis mengatakan, pada tahun ini dirinya tetap optimis Dinas yang dipimpinnya itu akan capai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021.
“Untuk itu Bapenda Kota Tual, sebagai organisasi perangkat daerah (OPD), menjadi ujung tombak pemerintah setempat, yang juga merupakan leading sektor, telah menggelar rapat kordinasi pengelolaan pajak dan retribusi daerah 2021 di aula kantor wali kota tual,” ujarnya saat rapat kordinasi tersebut.
Dijelaskan, rapat kordinasi dengan OPD terkait, yang di gelar di ruang aula kantor Wali Kota Tual itu, untuk membahas optimalisasi capaian pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2021.
“Hal ini karena pajak dan retribusi kota tual dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, untuk itu kami akan mencapai target PAD tahun 2021, yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah meskipun hingga kini pandemi covid-19, belum berakhir” jelasnya
Lanjutnya, untuk itu BapendaTual, tetap pertahankan target PAD karena 5 tahun terakhir ini, kota tual mengalami peningkatan baik yang signifikan di tahun 2019, yang berasal dari dana kapitasi BPJS sebesar 2 milyar.
“Ada juga beberapa jenis retribusi yang diadakan relaksasi, tetapi relaksasi dalam hal ini bukan pengurangan tetapi penundaan masa bayar, misalnya penundaan tahun 2020 akan dibayar pada tahun ini” katanya
Bugis lebih lanjut, ada juga permasalahan umum yang terjadi pada saat pihaknya melakukan pemungutan pajak dan retribusi bagi wajib pajak di kota tual, salah satunya adalah Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) baik secara kualitas maupun kuantitas.
“Bapenda hingga kini masi saja terdapat kekurangan tenaga pengelola pajak dan retribusi, baik tenaga administrasi di lapangan dan tenaga teknis, sehingga perda untuk penetapan kir itu belum bisa diterapkan,” ucapnya
Dia berharap, bagi seluruh masyarakat agar taat dalam membayar pajak dan retribusi sesuai peruntukannya, selain itu Bapenda akan terus melakukan berbagai terobosan.
“Ini perlu dilakukan untuk meningkatkan penerimaan pajak di daerah ini, misalnya System pembayaran akan diubah dari konvensional menjadi elektronik” pungkasnya


