Heal The World Untuk Israel-Palestina Dari Kei

  • Whatsapp
Seniman Kei dari Ohoi Wab Ngufar saat tampil membawakan lagu Heal The World karya Michael Jackson. Mereka berharap, konflik di Palestina-Israel segera berakhir (foto labes remetwa)
Seniman Kei dari Ohoi Wab Ngufar saat tampil membawakan lagu Heal The World karya Michael Jackson. Mereka berharap, konflik di Palestina-Israel segera berakhir (foto labes remetwa)

“Hari ini saya memanggil anda
Ayo, berpakaianlah dengan damai
Dan aku akan menyanyikan lagu
Lagu dari Sang Pencipta”

Demikian penggalan puisi di sela lagu Heal The World oleh  anak-anak Wab Ngufar

Laporan Rudi Fofid-Langgur

Malukupost.com – Ribuan mil dari tanah Israel-Palestina yang sedang dilanda konflik, terdengar seruan damai. Di tepi pantai laut biru, di atas pasir putih, di bawah rindang pohon bintanggur, nyanyian Heal The World menggema.

Begitulah situasi di Ohoi Wab Ngufar Kecamatan Hoat Sorbay, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (15/5). Pattimura-Pattimura Muda asal Tanah Evav dari anak, remaja, sampai pemuda menggaungkan lagu karya Michael Jackson tersebut.

Seruan damai muncul dalam pentas seni yang diselenggarakan oleh Gerakan Kei Cerdas (GKC) dan Pemuda Ohoi Wab, dihadiri tokoh adat, agama, dan masyarakat setempat.

Lucky Welafubun dari GKC yang mendampingi kelompok seniman tersebut menyebutkan, mereka terpanggil menyerukan perdamaian di Israel-Palestina, sebab konflik berkepanjangan di sana hanya menyebabkan jatuhnya korban, terutama perempuan dan anak-anak.

Diiringi musik ukulele dan vokalis John Efruan, serta pembacaan puisi di tengah nyanyian oleh Aristo Rahawarin, penampilan ini mendapat sambutan warga Ohoi Wab Ngufar, yang dikenal melahirkan banyak seniman Evav.

Selain penampilan Heal The World, pentas seni ini juga menyuguhkan berbagai tarian, lagu, musik, dan puisi. Ratusan warga Wab Ngufar menyambut seluruh penampilan dengan penuh antusias.

Ohoi Wab sebenarnya terdiri dari satu desa induk, yang kemudian mekar menjadi empat ohoi yakni Wab Ngufar berpenduduk Protestan, Wab Watngil berpenduduk Protestan, Wab Ohoibadar berpenduduk Islam, dan Wab Arso berpenduduk Katolik. Meskipun beda agama, warga keempat ohoi tetap menjalin kehidupan yang rukun karena terikat persaudaraan di atas satu tanah adat Woma Elnare. (Malukupost)

 

Pos terkait