Limbah Medis Covid-19 di Maluku Capai 90,9 Ton

  • Whatsapp
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy Siauta

Ambon, MalukuPost.com – Selain menyebabkan korban berjatuhan, Covid-19 juga menyisahkan banyak limbah medis tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3). Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, limbah medis Covid-19 dari bulan Mei 2020-Juli 2021 mencapai 90.9 ton.

“90,9 ton atau 90.990,6 Kg limbah Covid-19 merupakan rangkuman dari bulan Mei 2020 – Juli 2021,”ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy Siauta kepada MalukuPost.com di Ambon, Jumat (30/07/2021).

Dijelaskan Roy, tahun 2020 di bulan mei sebanyak 5.147,80 kg (602 box), juni 11.086,55 kg (649 box), juli 11.129,05 kg (1.029 box), agustus 6.508,85 kg (642 box), september 16.675,80, oktober 409,30 (766 box), november 5.719,20 kg (444 box), desember 2.017,45 (377 box), total keseluruhan mencapai 58.694,00 kg atau 58 ton (4.509 box).

Sedangkan tahun 2021, januari 6.916,40 (703 box), februari 7.806,90 kg (930 box), maret 3.184,60 kg (263 box), april 5.423,00 kg (596 box), mei 2.407,00 kg (240 box), juni 1.765,70 kg (210 box), juli 4.793,00 kg (430 box). total keseluruhan mencapai 32.296,60 atau 32 ton (3.372 box).

“Limbah medis berupa infus bekas, masker, vial vaksin, jarum suntik, face shield, hazmat, APD, sarung tangan, alat PCR antigen dan alkohol ini berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, diantaranya Rumah Sakit (RS), seperti RSUD dr. M. Haulussy, RSUD Ishak Umarella, RS Bhayangkara, RS AL, RST, RSUD Masohi, RSU Saparua tempat isolasi terpusat di Asrama Haji, LPMP, dan BPSDM, laboratorium uji sampel seperti BPOM Ambon, BTKL-PP Kelas II Ambon,” bebernya sembari menambahkan seluruh limbah itu ditangani pihak ketiga PT Santosa Pratama, dikirim ke Pulau Jawa tepatnya ke PT. Jasa Medivest Plant di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat untuk dimusnahkan.

Menurut Roy, dalam penanganan limbah tetap menerapkan standar operasional prosedur, dimana seluruh limbah dikumpulkan di TPA masing-masing RS maupun lokasi isolasi disemprot dengan disinfektan, dimasukan kedalam box steropong kemudian disemprot disinfektan, setelah itu diangkut ke kontener.

“Kalau kontener sudah siap, hari itu juga diangkut ke kontener. Kalau tidak maka akan disusun dulu di sekitar lokasi, kalau kontener sudah ada baru diangkut dengan mobil khusus langsung dimaksukan ke kontener, kalau kontener sudah penuh langsung diangkut via surabaya-jawa barat untuk dimusnakan seperti incinerator menjadi debu,”ujarnya.

Roy menambahkan, limbah yang dikirim ke Cikampek berasal dari pelayanan kesehatan yang menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi, termasuk RSUD dr. Ishak Umarella, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Lainnya merupakan tanggungjawab dari masing-masing kabupaten/kota. Dimana dalam penanganannya ada yang dibakar, namun ada juga yang ditanam.

“Proses tanam limbah Covid-19 ini bukan seperti menanam tanaman, tetapi di cor. Keseluruhan limbah dimaksud dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan dua kali dalam sebulan, yaitu dipertengahan bulan sekitar tanggal 13 dan akhir bulan di tangal 30 atau 31.

Pos terkait