Aneh Realisasi Anggaran Pembangunan 50 Unit MCK di Ohoi Haar Wasar 100% Pekerjaan Amburadul

  • Whatsapp

Keibes, Malukupost.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara (Kab-Malra), Ali Arsyad Ohoiulun mengatakan, Aneh anggaran Pembangunan 50 unit MCK di Ohoi (Desa) Haar Wasar Kecamatan Kei Besar Utara Timur (Kebut), Tahun Anggaran 2020 telah terealisasi 100% namun Pekerjaan asal-asalan (Amburadul).

“Dari ke – 50 unit MCK itu hanya dua unit saja yang dapat dipergunakan, akan tetapi berdasarkan hasil tinjauan kami, dapat dikatakan tidaklah layak dan tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).” ujarnya di Langgur Senin (18/10/2021).

 

Gambar Kanan Salah Satu Pembangunan MCK Yang digunakan, Posisi Gambar Kiri Hanya Galian MCK semata

Politisi Asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, pembangunan 50 unit MCK tersebut bersumber dari, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kab-Malra Tahun Anggaran 2020 dengan nilai kurang lebih Rp. 371. 000 000,- namun tak ada satu pun MCK yang dapat dipergunakan.

“Semua material yang digunakan adalah milik masyarakat, untuk program bedah rumah dari Dana Desa (DD). akan tetapi pihak ketiga sengaja menggunakan dengan dalil akan digantikan, namun hingga kini belum satu pun material ter bayarkan.” jelasnya

Menegaskan, mengacu pada Perpres No : 16 Tahun 2018, berdasarkan Juknis Program Pembangunan MCK adalah Program Swakelola melalui Dinas teknis, untuk dikelola secara langsung oleh masyarakat Ohoi (Desa) bukan pihak ke tiga.

“Pada Tahun 2019, Pembangunan MCK juga banyak yang bermasalah sehingga, pada PANSUS LKPJ tahun 2020 telah direkomendasikan untuk Dinas Teknis, agar Swakelola khususnya pembangunan MCK harus ditangani secara langsung oleh masyarakat di Ohoi. Kok kini terulang lagi permasalahan yang sama, hanya orang yang tak memiliki akal sehingga selalu mengulangi kesalahan.” kesalnya

Ohoiulun juga sesalkan, kinerja dari Dinas Teknis, maupun Inspektorat Malra sehingga hal itu perlu untuk dipertanyakan, sekaligus dievaluasi terkait terbengkalai Proyek Pembangunan 50 MCK tersebut.

“Karena pekerjaan tidak selesai akan tetapi anggaran 50 MCK tersebut, telah selesai dicairkan sehingga dapat dikatakan merupakan Praktek Mafia dari Pengawas, PPK, dan Kontraktor. Ini jelas dapat menghambat Pembangunan Daerah sesuai VISI, MISI Kepala Daerah, serta dapat mengakibatkan kerugian Pada Masyarakat maupun Negara.” pungkasnya

Untuk Sekedar diketahui, keluhan 50 unit MCK tersebut disampaikan Masyarakat Ohoi Haar Wasar, saat dirinya bersama salah satu Anggota DPRD Malra asal Partai Hanura Awaludin Rado, menggelar Reses ke-III Anggota DPRD Malra Sabtu (16/10/2021).

 

 

Pos terkait