Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Ambon Diduga Lakukan Plagiarisme

Ambon, MalukuPost.com – Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Ambon, Agus Siahaya diduga kuat menggunakan hasil tulisan orang lain saat penyampaian orasi ilmiah pada Dies Natalis ke- 32 pada tanggal 31 Oktober 2019 lalu. Orasi ilmiah yang disampaikan berjudul “Era Industri 4.0 Tantangan Dan Peluang Perkembangan Pendidikan Tinggi Vokasi di Indonesia”.

Sumber media ini yang meminta namanya tidak disebutkan menyatakan, orasi tersebut sama persis dengan Pidato Prof. Dr. Muhammad Yahya., M.Kes., M.Eng dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Kejuruan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar pada tanggal 14 Maret 2018 yang berjudul “Era Industri 4.0 Tantangan Dan Peluang Perkembangan Pendidikan Kejuruan di Indonesia.

Menurut Sumber, kesamaan tersebut terlihat mulai dari judul, pendahuluan, isi hingga penutup. Ironisnya Agus Siahaya hanya mengganti kata “kejuruan” pada pidato Prof. Muhammad Yahya dengan kata “Vokasi” yang dicantumkan pada orasi ilmiahnya. Disini terlihat tidak ada perbedaan yang mendasar karena makna kejuruan dan vokasi sesungguhnya sama karena kejuruan itu pada tataran pendidikan menengah sedangkan vokasi pada pendidikan tinggi.

“Hal itu menunjukkan bahwa saudara Agus Siahaya dengan sengaja mengambil hasil karya orang lain dalam hal pidato pengukuhan Guru Besar Prof. Muhammad Yahya secara utuh pada orasi ilmiahnya dan seakan-akan tulisan tersebut adalah hasil karyanya sendiri,” katanya.

“Hal ini tentunya bertentangan dengan Permendiknas No. 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Jika terbukti melakukan plagiat maka yang bersangkutan harus diberi sanksi seperti yang tertuang pada Pasal 12 Permendiknas No. 17 Tahun 2010,” katanya lagi.

Sumber menegaskan, tindakan plagiasi sering dianggap hanya sebagai pelanggaran etika dan bukan perbuatan melawan hukum. Tapi pada dasarnya plagiasi itu sudah melanggar UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

“Jadi yang bersangkutan juga bisa dituntut secara pidana karena telah melanggar Undang-Undang tentang Hak Cipta. Apalagi sebagai seorang yang memiliki gelar akademik tertinggi, Agus Siahaya tidak sepantasnya melakukan tindakan tersebut. Ini jelas merupakan“kejahatan intelektual” karena mengambil karya orang lain dan menjadikannya seolah-olah merupakan karya sendiri.

Dijelaskan sumber, plagiarisme yang dilakukan secara sengaja oleh Agus Siahaya adalah tindakan yang memalukan dan sangat melanggar norma-norma ilmiah yang seharusnya dijunjung tinggi oleh semua akademisi. Sumber itu juga menjelaskan bahwa orasi ilmiah Dr. Agus Siahaya yang merupakan hasil karya orang lain adalah suatu pembohongan dan sebenarnya menurunkan integritas diri.

“Kasarnya, yang bersangkutan telah mencuri buah pikir orang lain. Oleh karena itu Pimpinan Politeknik Negeri Ambon harus memperhatikan masalah ini dan memberikan tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yang berlaku kepada yang bersangkutan, apalagi saat ini Dr. Agus Siahaya adalah merupakan ketua Jurusan. Hal ini merupakan masalah serius yang mau tidak mau harus diselesaikan, supaya menjadi catatan bagi civitas akademika dan dikemudian hari tidak ada lagi plagiarisme di kampus ini dalam bentuk apapun,” bebernya.

Agus: Secara Ilmiah bisa dikutip

Sementara itu, Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Ambon, Dr. Agus Siahaya, SE., M.Pd ketika dikonfirmasi media ini membantah tudingan yang diarahkan kepada dirinya.

“Pak Yahya itu beta punya salah satu dosen di Makasar. Beta lulusan S3 di Makasar. Lalu yang kedua, ada kan yang bisa katong kutip to?. Apa seng (tidak) boleh ada yang dikutip?, kan ada yang bisa dikutip. Kalau secara ilmiah bisa dikutip, asal jangan semuanya dipakai. Kan begitu,” tandasnya di Ambon, Selasa (05/10/2021).

Siahaya juga tidak membenarkan bahwa judul, isi, hingga penutup dari pada orasi ilmiahnya itu semuanya sama dengan orasi ilmiah dari Prof. Muhammad Yahya.

“Seng ada..! Pada intinya itu beta lulusan Makasar, beta S3 di Makasar, selesai. Jadi beta juga salah satu murid dari beliau. Seng ada menjiplak,” pungkasnya.

Pos terkait