YPPK Dr. J. B. Sitanala Mulai Uji Kelayakan Sekolah Model GPM

Tim Pengurus Pusat YPPK Dr J. B. Sitanala berpose dengan beberapa guru dan siswa SD Kristen Tual. (foto yppk)

Malukupost.com – Gebrakan-gebrakan sinergis dan simultan terus dilakukan Pengurus Pusat Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Dr. J. Sitanala.  Lembaga yang dipimpin Dr. Sarlota Singerin, M.Pd. melakukan uji kelayakan bersamaan dengan pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) di Elat, Klasis Kei Besar.

Proses uji kelayakan dilakukan sebagai kegiatan awal dari serangkaian tahapan demi mewujudkan mimpi besar GPM, yakni Sekolah Model GPM Berbasis Ekstrakurikuler. Sekolah Model GPM tersebut akan diluncurkan pada tanggal 22 Juli 2022, bertepatan dengan penetapan tanggal tersebut sebagai Hari Pendidikan GPM.

Kunjungan pertama dilakukan di SD Kristen Tual, Senin (1/11). Tim Pengurus Pusat YPPK diterima oleh Wakasek SD Kristen Tual, serta pengurus cabang. Kunjungan uji kelayakan kedua dilakukan pada hari yang sama di SMA Kristen Tual yang juga terletak di wilayah Kota Tual. Dalam kunjungan kedua, tim YPPK diterima oleh Kepala SMA Kristen Tual. Tim YPPK  terdiri atas Dr. Sarlota Singerin, M.Pd  (Ketua), Falantino Latupapua (Wakil Ketua II), Pdt. Andrew Paliama (Sekretaris Umum YPPK), dan Errens Pariama (Bendahara).

Pada kesempatan itu, Singerin memaparkan bahwa tujuan  kunjungan  adalah melakukan uji kelayakan terhadap dua sekolah di Cabang Kei Kecil/Kota Tual untuk menjadi sekolah model yang diharapkan akan memberi  imbas model kepada sekolah yang berdampingan. Uji kelayakan dilakukan melalui pengisian instrumen yang telah disiapkan oleh pengurus pusat,  dilanjutkan dengan observasi proses belajar mengajar, keadaan guru, serta sarana/prasarana sekolah.

Sehubungan dengan konsep Sekolah Model GPM, Singerin menjelaskan, grand design-nya difokuskan kepada keunggulan soft skill terintegrasi di dalam kurikulum. Peningkatan soft skill dilakukan dalam proses belajar mengajar di kelas,  mencakup karakter berbasis etika Kristen GPM. Sementara itu, pada tataran ekstrakurikuler, difokuskan pada muatan kearifan lokal yang dikembangkan sebagai kecakapan hidup anak berdasarkan konteks untuk mempersiapkan sesuai  minat siswa, yakni: sains, seni dan budaya, olahraga, dan bahasa.

Secara terpisah, pihak sekolah menyatakan antusiasme dan kesiapan mereka untuk menyukseskan semua program yang telah dirancang pengurus pusat, termasuk memenuhi semua tuntutan yang dipersyaratkan untuk menjadi sekolah model sesuai instrumen uji kelayakan yang diberikan tim pengurus pusat. Baik Wakasek SD Kristen Tual maupun Kepala SMA Kristen Tual merasa bangga karena sekolah yang mereka pimpin diamanatkan untuk menjadi salah satu dari 17 calon sekolah model yang telah dirancang dan akan ditentukan melalui uji kelayakan.

Pihak SD Kristen dan SMA Kristen Tual sama-sama berharap, jika rencana tersebut berhasil diwujudkan, dukungan pengurus pusat, Sinode GPM, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya terus mendukung  lembaga pendidikan yang dipimpinnya, terutama menyangkut perekrutan guru dan penyempurnaan sarana dan prasarana sekolah. (Malukupost/YPPK)

Pos terkait