Bupati Hanubun: Melalui Pelaksanaan MTQ, Semakin Mendorong Dan Memberikan Motivasi Membumikan Al-Quran

Bupati Malra Drs. Hi. Muhamad Thaher Hanubun menyampaikan sambutannya pada Pembukaan MTQ ke-XXIX Tingkat Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Tahun 2021 di Ohoi Danar Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Jumat (10/12/2021).

Langgur, MalukuPost.com – Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun mengatakan Al-Quran adalah pandangan hidup umat manusia di seluruh muka bumi.

Sebagai pedoman hidup, Al-Quran mutlak kebenarannya, selain berisi nilai-nilai keimanan, sumber ilmu pengetahuan, kemuliaan dan keteladanan, juga merupakan sumber inspirasi bagi setiap umat manusia.

“Betapa mulianya kedudukan Al-Quran serta makna yang terkandung didalamnya, mendorong kita agar terus menghidupkan tradisi mencintai Al-Quran, ungkapnya saat membuka MTQ ke-XXIX Tingkat Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2021 di Ohoi Danar Kcamatan Kei Kecil Timur Selatan, Jumat (10/12/2021).

Al-Quran bukan hanya sebatas dibaca, namun harus dapat dipahami dan dihayati sehingga dapat diwujudkan dalam kehidupan, karena semakin kita dalami Al-Qur’an, akan tumbuh sebuah keyakinan yang hakiki akan kebenarannya.

“Melalui pelaksanaan MTQ ini, semakin mendorong dan memberikan motivasi kepada kita untuk membumikan Al-Quran,” jelasnya.

Dalam konteks kehidupan masyarakat, tema utama yang diangkat juga pada MTQ ini adalah Moderasi Beragama, sebuah konsep yang relevan dengan kandungan Al-Quran dimana tidak mengajak umat Islam untuk melakukan kekerasan, bersikap ekstrem dan berlebih-lebihan dalam beragama.

“Al-Quran menawarkan bahwa memahami dan mengamalkan agama harus melalui
jalur keseimbangan dan berada di jalan tengah,” ujarnya.

Bupati Hanubun berharap, melalui MTQ ke XXIX ini akan lahir duta-duta yang akan mengharumkan Maluku Tenggara bukan hanya di tingkat Provinsi Maluku namun juga diharapkan mencapai lingkat Nasional.

Untuk itu, seluruh peserta dapat tampil semaksimal mungkin, dengan mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki.

“Saya perlu mengingatkan kembali kepada Dewan Hakim dan Panitera yang ditugaskan, untuk mengawal kemurnian tujuan mulia MTQ ini dengan tetap menjaga integritas dan obyektifitas dalam melakukan penilaian.

“Jangan dipengaruhi sehingga mengganggu kemurnian penilaian. Saudara-saudara harus bebas dari intervensi atau pengaruh siapapun. Prinsip saya, jangan sampai yang juara dikalahkan dan yang kalah dijadikan juara,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas MTQ harus kita perbaiki dari waktu ke waktu, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas penyelenggaraannya.

Pos terkait