Rektor Unpatti: Mahasiswa Mampu Beradaptasi dan Lakukan Hal Kreatif dan Inovatif

Ambon, MalukuPostcom – UNDP, ILO, UNHCR dan UNAIDS bersama dengan SIAP (Social Innovation Acceleration Program) menggandeng Unversitas Pattimura (Unpatti) menggelar Pelatihan Kewirausahaan Dasar: Employment and Livelihoo yang berlangsung tanggal 2-4 Maret 2022 di Ambon, dengan mengusung tema “Analisis Peluang Usaha Dan Riset Pasar, Pemasaran Digital, Hingga Pengelolaan Keuangan”.

Rektor Universitas Pattimura, M. J. Saptenno menyatakan, sebagai mahasiswa harusnya mampu beradaptasi dengan ilmu pengetahuan dan mempelajari situasi yang terjadi ditengah masyarakat serta mampu untuk melakukan berbagai hal dengan kreatif dan inovatif.

“Kegiatan pelatihan kewirausahaan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa pada masa krisis sosial-ekonomi saat ini, tidak seorangpun akan tertinggal dan termarjinalkan khususnya perempuan, anak muda, penyandang disabilitas serta mereka yang bekerja di sektor ekonomi informal,” ujarnya.

Menurut Sapteno, Kota Ambon memiliki banyak peluang bisnis khususnya di bidang perikanan dan ilmu kelautan, namun belum difungsikan secara baik oleh mahasiswa.

“Kita mempunyai laut dan teluk yang berpotensi termasuk objek wisata, tetapi belum disentuh oleh mahasiswa untuk mengelolah dan menjadikannya sebagai peluang bisnis,”ungkapnya.

Dijelaskan Saptenno, pelatihan diibaratkan dengan secerca dari sekian kegiatan yang akan mendorong suatu kegiatan usaha. Kegiatan usaha sangat baik untuk dilakukan karena memberikan masukan-masukan untuk merubah berbagai hal.

“Mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan memahami prinsip-prinsipnya kewirausahaan serta mampu melakukannya sehingga akan muncul interpreneur muda dan berpotensi,” katanya.

“Belajar harus seimbang dengan teori dan praktek sehingga akan melahirkan keberhasilan. Kata kunci untuk menjadikan sebuah bisnis berhasil adalah membaca dan menangkap peluang,” katanya menambahkan.

Wali Kota Ambon, yang diwakili Sekretaris Kota setempat, Agus Ririmasse dalam sambutan mengatakan, Ambon merupakan pintu utama Provinsi Maluku yang didukung dengan kelengkapan infrastruktur dan sarana penunjang perekonomian yang memadai.

“Kota Ambon memiliki banyak potensi, didukung dengan sektor pariwisata dimana menjadi salah satu kota di Asia Tenggara, berhasil masuk dalam jajaran kota kreatif berbasis musik yang diakui oleh UNESCO. Dengan predikat tersebut maka, sub sektor industri lainnya yakni bisnis pendidikan musik, kreasi musik dan rekaman akan berkembang sehingga Kota Ambon semakin dikenal dan menjadi salah satu kota destinasi wisata domestik maupun mancanegara,”bebernya.

Ririmasse berharap, dengan berbagai potensi yang dimiliki, masyarakat Kota Ambon khususnya kalangan generasi muda Maluku dapat merespon serta menangkap peluang-peluang tersebut.

“Manfaatkanlah kesempatan berharga, yakni pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha baru industi kecil dan menengah di Maluku,” pungkasnya.

Pos terkait