Ambon, MalukuPost.com – Pemerintah Negeri (Pemneg) Soya menggandeng empat orang Tenaga Ahli dari Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (UNpatti) Ambon menggelar Pelatihan Budidaya Tanaman hidroponik Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Tahun 2022 bagi kelompok tani sayur organik di Negeri Soya, Jumat (19/08/2022).
Dalam siaran pers yang diterima media ini, Senin (22/08/2022) menyebutkan kegiatan tersebut menghadirkan Pelatih J. Audrey Leatemia, Anthony Walsen, Herman Rehatta dan W. B. Parera itu berlangsung di Ruang Serbaguna Pemerintah Negeri Soya, kemarin, dengan diikuti kurang lebih 25 orang dari lima kelompok tani sayur organik hidroponik di lima RT.
Pelatih J. Audrey Leatemia dalam arahannya menyampaikan bahwa bertani tidak harus mempunyai lahan, tanpa lahanpun masyarakat bisa mengusahakan sayuran sendiri tanpa membeli.
“Dengan teknologi hidroponik, sayuran sehat dapat dipetik di teras, halaman ataupun emperan rumah,” ujarnya di Ambon, Senin (22/08/2022).
Dijelaskan Audrey, hidroponik merupakan jalan keluar mengatasi permasalahan perkotaan akan minimnya lahan dan mengatasi pemanasan global dikarenakan efek rumah kaca, sebab fakta tentang hidroponik diantaranya hemat air sampai 90 persen daripada pertanian konvensional, hemat lahan dari tradisional, tanpa tanah, media pasif, bisa terkontrol, daya tumbuh dua kali lebih cepat dibanding tradisional dan tanpa bahan kimia.

“Teknologi Hidroponik ini merupakan alternatif pertanian pada lahan terbatas dan dapat diusahakan sepanjang tahun tanpa mengenal musim,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Pemerintah Negeri Soya yang diwakili Sekretaris Negeri Soya, J. J. Melkiano Soplanit menyampaikan harapannya agar masyarakat yang tergabung dalam kelopok pertanian sayur hidroponik ini dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menambah pengetahuan dan tentunya lebih daripada itu dapat menginplementasikannya.
“Jika semua masyarakat Negeri Soya merubah pola pikir untuk mari kita berkebun di rumah kita dengan mengusahakan sayur hidroponik yang lebih sehat dan lebih segar maka itu sangat baik serta dapat menunjang pendapatan ekonomi keluarga,”ungkapnya.
Soplanit mengingatkan, mengingatkan kelopok tani hidroponik agar tidak cepat puas dengan hasil yang didapatkan, namun terus berusaha untuk berkembang dalam memajukan usaha sayur hidroponik.
“Karena secara tidak langsung juga dapat mengurangi pengeluaran dan bisa membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lain dengan hasil pendapatan dari penjualan sayur-sayur tersebut,” tandasnya.
Sekedar diketahui, setelah kegiatan penyuluhan langkah selanjutnya adalah dilakukan pendampingan bagi kelompok tani oleh keempat Tenaga Ahli Fakultas Pertanian Unpatti Ambon ini untuk jangka waktu tiga bulan kedepan agar bisa memantau, mengawasi dan mengarahkan mereka dalam pengelolaan pertanian sayur hidroponik.


