Bupati Hanubun Pastikan Pemda Akan Bangun Rumah Warga Yang Rusak Akibat Bentrok

Langgur, MalukuPost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) akan membangun kembali rumah warga yang rusak akibat konflik di wilayah Kecamatan Kei Besar.

Hal tersebut diungkapkan Bupati M. Thaher Hanubun saat mengunjungi sejumlah ohoi yang warganya bentrok.

Kehadiran orang nomor satu Malra tersebut untuk memastikan bahwa negara (dalam hal ini Pemda Malra hadir dan akan membantu membangun kembali rumah-rumah yang rusak akibat bentrokan.

Bentrok yang terjadi di Kecamatan Kei Besar terjadi pada (12/11) tersebut, dipicu konflik lahan warga Ohoi Elat dengan Ohoi Bombay, yang akhirnya menyebar ke sejumlah ohoi lainnya.

Diketahui, puluhan bangunan rumah termasuk sekolah ludes dibakar. Selain itu, dua orang warga dinyatakan meninggal dunia dan puluhan warga luka-luka.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Hanubun menyatakan, upaya Pemda untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak dan terbakar, menjadi perhatian serius.

Selain itu, Pemda Malra juga akan memperhatikan pemenuhan akan pendidikan (sekolah) bagi anak-anak, kebutuhan air bersih dan kebutuhan lainnya.

Ajakan Bupati untuk warga menciptakan keamanan

Disela-sela kunjungan tersebut, Bupati Hanubun mengajak seluruh warga masyarakat masing-masing ohoi untuk bersama-sama menciptakan situasi keamanan, kenyamanan dan ketertiban.

“Hari ini, Pemda serahkan bantuan tanggap darurat. Kita akan bangun tenda untuk kamp penampungan bagi warga Ohoi Ngurdu. Disini juga disediakan tikar, peralatan makan dan sebagainya. Bantuan sembako juga kita salurkan kepada masyarakat,” ungkap Bupati.

Diakui Bupati, emosional warga Ohoi Bombay, Hoar Ngurdu dan Elat masih tinggi akibat bentrok tersebut. Kendati demikian, situasi kamtibmas harus tetap dijaga.

Bupati Hanubun menegaskan, bentrokan yang terjadi bukanlah konflik antar agama (SARA).

“Saya sangat mengharapkan warga agar dapat menahan diri dan tidak mudah percaya informasi-informasi yang beredar sebelum dicek kebenarannya. Jangan mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana,” tandas Bupati.

Untuk itu, Bupati meminta peran aktif dan serius pemerintah Ohoi setempat sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten di tingkat desa.

“Saya ingatkan, kepala-kepala ohoi serta perangkat lainnya untuk tidak meninggalkan ohoi. Kalian harus tetap berada di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

kepada warga masyarakat, Bupati menjelaskan bahwa saat ini TNI maupun Polri sudah berada di Kei Besar sehingga warga tidak perlu khawatir.

“Kita percayakan semuanya kepada aparat yang bertugas,” ujarnya.

Lebih jauh kata Bupati, untuk saat ini, Pemda belum bisa memaksakan pembicaraan damai diantara kedua belah pihak. Namun, semua pihak bersama-sama punya kewajiban untuk mencari solusi agar perdamaian itu segera terwujud.

Menurutnya, Pemda akan mengambil langkah untuk melibatkan seluruh unsur dalam proses mediasi dimaksud.

“Apa yang dirasakan oleh masyarakat saat ini, lebih khusus masyarakat Ohoi Ngurdu turut juga dirasakan Pemda, sehingga Pemda, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat dlam hal ini Kementerian Sosial tidak akan tinggal diam. Sekali lagi tidak akan tinggal diam untuk membantu meringankan apa yang dirasakan masyarakat,” pungkas Bupati Hanubun.

Pos terkait