Puluhan Ruko dan Rumah Warga Di Saumlaki Ludes Dilalap Si Jago Merah

Saumlaki, MalukuPost.com – Warga kota Saumlaki dan sekitarnya digemparkan dengan terbakarnya tiga puluh bilik usaha di rumah toko (ruko) milik pengusaha Edy Santiago (Ipe) dan sejumlah bilik rumah kontrakan milik Semy Gaitian yang ludes dilalap si jago merah, Senin (12/12/2022) dini hari .

Lokasi kebakaran berada di sepanjang jalan pelabuhan Saumlaki, tepatnya diseberang pasar Ngrimase Olilit, kecamatan Tanimbar Selatan, kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 00:00 WIT.

“Api bermula dari kos-kosan itu. Saat api mulai membesar, kami sempat membantu mengevakuasi barang-barang warga dan kendaraan roda dua yang diparkir di seputaran ruko,” ucap seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Dari kejauhan terlihat asap mengepul dan membumbung wilayah itu, sementara, warga yang berada di lokasi hanya bisa membantu para pedagang mengevakuasi barang-barang dagangan yang bisa diselamatkan.

berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, api cepat membesar dan menghanguskan sejumlah bilik usaha karena di lokasi tersebut, para pedagang menjual sembako, pakaian, dan ragam kebutuhan masyarakat, termasuk petasan dan kembang api.

Selain itu, api dengan mudah menyebar dan membakar sejumlah bilik ruko karena tiupan angin yang cukup kencang. Beberapa rumah warga di kompleks Tanjung Batu, nyaris terbakar. Beruntung, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan dilakukan pemadaman.

Warga menyayangkan keterlambatan suku dinas satuan polisi pamong praja yaitu group pemadam kebakaran (damkar) yang baru tiba di lokasi kejadian sekitar 45 menit.

“Hampir empat puluh lima menit baru satu unit mobil pemadam tiba. Sudah begitu, mobilnya nyaris tidak bisa jalan karena kehabisan bahan bakar di lokasi ini setelah penyiraman,” ujar salah satu warga dengan kesal.

Selain satu unit armada damkar, aparat kepolisian dan TNI bersama warga turut membantu memadamkan api dengan sejumlah armada pengangkut air milik warga.

Para petugas dan warga hanya bisa melakukan pemadaman dari luar lokasi karena api dengan cepat melalap bangunan-bangunan yang ada.

Wakil ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jidon Kelmanutu yang turut membantu proses pemadaman, menyatakan bahwa informasi kebakaran terlambat dilaporkan ke pihak pemadam, sehingga mobil yang disiagakan terlambat tiba di lokasi. Selain itu, terjadi kendala karena mobil damkar kehabisan bahan bakar.

“Berdasarkan keterangan warga, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah dari petasan di kos-kosan papan. Tetapi nanti informasi pasti nanti kita dengar dari polisi,” katanya.

Dia menduga, kerugian material ditafsir mencapai milyaran rupiah. Sementara belum ada informasi soal korban jiwa. dirinya berharap, pemerintah daerah segera melakukan penanganan terhadap para korban yang kehilangan tempat tinggal serta tempat usaha.

Kebakaran masih terjadi hingga pukul 04:00 WIT, para petugas damkar masih terus memadamkan api.

Hingga berita ini disiarkan, belum ada informasi resmi dari pihak berwajib.

Pos terkait