SLCN Sebagai Wadah Penyampaian Informasi Meteorologi Maritim Dari BMKG

Langgur, MalukuPost.com – Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) sebagai wadah penyampaian informasi meteorologi maritim dari BMKG di daerah.

Informasi dimaksud ditujukan kepada nelayan perikanan tangkap dan budidaya melalui stakeholder terkait, penyuluh perikanan dan ketua kelompok nelayan yang membutuhkan informasi cuaca maritim untuk perikanan dan kelautan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Bidang Admistrasi Umum Setda Malra, Martinus Mon, pada pembukaan SLCN Tahun 2023.

Kegiatan yang mengusung tema Aman Di Laut Nelayan Sejahtera Indonesia Maju tersebut diselenggarakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Ambon di Langgur, Senin (29/5/2023).

Bupati Hanubun menjelaskan, pada beberapa tahun terakhir kondisi iklim yang sangat beragam merupakan tantangan utama dalam pengelolaan di berbagai sektor.

Hal ini meningkatkan perhatian beberapa kalangan tentang potensi terganggunya ketahanan pangan termasuk di sektor kelautan dan perikanan. Sehingga, perlu dilakukan upaya pendekatan guna mengantisipasi atau mengatasai masalah iklim tersebut serta turut mewujudkan visi dan misi program Nawacita tentang Kedaulatan Pangan dan Pengembangan Ekonomi Maritim dan Kelautan.

Menurutnya, kabupaten Malradengan potensi sumber daya perikanan dan kelautan yang dimiliki perlu penanganan dan pengembangan yang intensif dan lebih optimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah.

Persebaran potensi perikanan (fishing ground), terutama potensi perikanan laut hampir terdapat pada semua wilayah laut pesisir dengan bermacam jenis ikan dan biota laut yang bernilai ekonomis dan sangat menguntungkan jika dikelola seoptimal mungkin.

Berdasarkan data yang diperoleh tahun 2022 untuk perkembangan produksi perikanan yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha dalam kurun waktu 2018-2022 terus meningkat, termasuk perkembangan jumlah rumah tangga perikanan yang terus mengalami peningkatan.

Sebagaimana diketahui bahwa produk informasi cuaca dan iklim bermanfaat untuk mendukung berbagai kegiatan, terutama sektor perikanan dan kelautan.

Informasi tersebut, lanjut Bupati Hanubun, memuat berbagai batasan kriteria, terminologi, serta istilah teknis yang terkadang sulit dipahami oleh para pengguna terutama pada sektor perikanan dan kelautan.

“Implikasinya adalah pemanfaatan informasi tersebut belum optimal bahkan seringkali terjadi kesalahan dalam interpretasi,” kata Bupati.

Untuk itu, dirinya berharap kegiatan ini dapat menjadi media pertukaran pengetahuan, informasi, diskusi, dan ajang berbagi pengalaman dari para narasumber, penyuluh perikanan, dan stakeholder terkait.

Pos terkait