Bula, MalukuPost.com – Anggota DPRD Seram Bagian Timur (SBT) Umar Gassam meminta ke Bupati Abdul Mukti Keliobas agar menganggarkan pembelian satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk penanganan bencana kebakaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2023 yang segera dibahas dalam waktu dekat.
“Hal ini sesuai peraturan daerah yang mengatur tentang penyelenggaraan penanganan dan penanggulangan bencana daerah. Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2022 tentang sistem penyelenggaraan penanganan penanggulangan bencana daerah di pasal 5 menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggungjawab dan wewenang penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah, lebih lanjut di pasal 7 ayat 2 mengatakan bahwa penyelenggaran yang dimaksud dalam pasal 5 harus didukung dengan dukungan anggaran yang memadai,” ujarnya dalam rapat paripurna dalam rangka penyampaian nota pengantar Bupati tentang KUA-PPAS APBD-P kabupaten SBT T.A 2023 di ruang rapat paripurna DPRD, Selasa (26/9/2023) malam.
Menurut Gassam, pembelian Damkar itu terutama dalam menghadapi bencana kebakaran akibat kekeringan yang terjadi saat ini. Apalagi Kebakaran yang terjadi sebagai dampak musim kemarau cukup menyita perhatian semua orang.
“Olehnya itu, penting bagi pemerintah daerah untuk belanja APBD-P 2023 diprioritaskan salah satunya untuk pembelian Damkar dalam mengantisipasi dan menangani kebakaran di daerah itu,” katanya.
“Saya minta saudara Bupati segera memerintahkan kepala dinas terkait untuk di perubahan APBD ini satu koma tujuh atau dua milyar disiapkan untuk pembelian satu unit pemadam kebakaran,” katanya lagi.
Gassam menandaskan, dalam pembahasan dan pendalaman nanti, dirinya juga akan mengawal hingga anggaran untuk pembelian Damkar itu ditetapkan dalam APBD-P 2023.
“Selaku pribadi dan anggota dewan, saya malu kalau pemerintah daerah terus-terusan meminta bantuan ke Polres maupun perusahaan asing di wilayah itu setiap kali terjadi kebakaran,” tegasnya.
Gassam menambahkan, Pemerintah daerah sudah seharusnya memiliki fasilitas pemadam kebakaran sendiri agar tidak selalu bergantung kepada pihak lain dalam menangani bencana kebakaran.
“Selama ini penanggulangan kebakaran, saya secara pribadi malu karena kadang-kadang kita minta bantuan terus sama pihak kepolisian dalam hal ini pak Kapolres dan jajaran ya kadang-kadang kalau perusahaan Citic dan Kalrez berbaik hati bisalah mereka bantu,” pungkasnya.


