Ambon, MalukuPost.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan sektor kerajinan di Maluku agar mampu bersaing di pasar global. Hal ini disampaikan dalam acara pelantikan Ketua Dekranasda dari 9 kabupaten/kota di Provinsi Maluku yang berlangsung di Aula Lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Selasa (11/3/2025).
Sembilan kabupaten/kota yang dilantik adalah Kabupaten Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Seram Bagian Timur, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kota Tual, dan Kota Ambon.
“Hari ini kita telah menyaksikan pelantikan Ketua Dekranasda pada 9 kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Saya ucapkan selamat kepada Ketua Dekranasda 9 kab/kota se-Maluku yang baru saja dilantik,” ucap Maya Baby Lewerissa.
Sebagai Ketua Dekranasda Maluku periode 2025-2030, Maya Baby Lewerissa berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor kerajinan di Maluku agar semakin kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menekankan bahwa untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan kolaborasi dan kerja sama yang solid dari seluruh Dekranasda kabupaten/kota di Maluku.
“Untuk mewujudkan komitmen tersebut, tentunya saya tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama yang baik dari seluruh Dekranasda kab/kota di Maluku untuk bersama-sama mewujudkan sektor kerajinan di Maluku yang lebih kompetitif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Maya Baby Lewerissa menjelaskan bahwa peran Dekranasda tidak hanya sebatas menjaga eksistensi produk kerajinan lokal, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mendorong para pengrajin agar mereka naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami ingin para pengrajin tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan menjadi pemain utama di industri kreatif. Dengan inovasi, kolaborasi, dan pemasaran digital yang tepat, saya yakin produk-produk Maluku bisa mendunia,” ujarnya penuh optimisme.
Untuk mencapai visi tersebut, pihaknya akan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta. Selain itu, pemberdayaan generasi muda juga menjadi fokus utama dalam upaya regenerasi pengrajin.
“Visi besar saya dalam Dekranasda tidak hanya memberdayakan para pengrajin yang telah lama berkecimpung di industri kerajinan, namun saya juga ingin melibatkan generasi muda dalam dunia kerajinan, karena regenerasi adalah kunci keberlanjutan industri kreatif. Kita harus mengajak anak-anak muda untuk mencintai dan menekuni dunia kerajinan. Tentu saja dengan program khusus bagi kaum muda, mulai dari workshop desain, kompetisi inovasi produk, hingga pendampingan bagi wirausahawan muda yang ingin mengembangkan usaha di sektor ini, saya yakin dengan sentuhan kreativitas mereka, produk lokal kita bisa semakin inovatif dan sesuai dengan selera pasar global,” paparnya.
Ia juga mengajak masyarakat Maluku untuk mencintai dan bangga menggunakan produk lokal, sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian para pengrajin dan pelestarian budaya.
“Mari kita cintai produk-produk buatan negeri sendiri. Dengan begitu, kita bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mendukung ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ajaknya.


