Ambon, MalukuPost.com – Suasana ruang Komisi I DPRD Maluku pada Selasa (23/9/2025) terasa penuh harapan. Rapat penting digelar, membahas surat masuk dari Tim Percepatan Pemekaran Kabupaten Kepulauan Babar Damer. Di hadapan para legislator, semangat perjuangan pemekaran yang telah lama digulirkan kembali mengemuka, dengan menghadirkan wajah-wajah yang tidak lelah memperjuangkan mimpi daerahnya.
Ketua Komisi I DPRD Maluku, Solihin Buton, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendengar secara langsung paparan dari Tim Pemekaran.
Ia menegaskan, dari sisi teknis kewilayahan maupun administrasi, persyaratan sudah dipenuhi dengan baik. Lebih dari itu, semangat kolektif dari pimpinan dan anggota Komisi I juga terlihat jelas.
“Alhamdulillah, teman-teman pimpinan dan anggota komisi mendukung penuh rencana pemekaran Kepulauan Babar Damer,” ujar Solihin usai rapat bersama turut dihadiri Kepala Biro Pemerintahan Setda Maluku, Boy Kaya.
I
Dukungan ini disambut hangat Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Kepulauan Babar Damer, Hengky Pelata. Ia mengisahkan, perjuangan panjang pemekaran telah dimulai sejak tahun 2016. Bahkan DPRD dan Bupati Maluku Barat Daya (MBD) telah memberikan dukungan lewat keputusan bersama.
Namun, perjalanan tidak semudah yang dibayangkan. Salah satu syarat mutlak ternyata masih harus dipenuhi, yaitu adanya keputusan bersama DPRD Provinsi dan Gubernur Maluku.
“Karena itu kami hadir di sini, untuk menyampaikan dokumen perjuangan sekaligus meminta dukungan politik lewat keputusan bersama. Ini syarat mutlak yang harus kami miliki,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun 2015, Pemerintah Provinsi Maluku bersama DPRD sudah menetapkan 13 DOB di masa Gubernur Said Assagaff dan almarhum Ketua DPRD Edwin Huwae. Maka, perjuangan hari ini adalah bagian dari melanjutkan semangat tersebut, dengan menambahkan Kepulauan Babar Damer menjadi DOB ke-14.
Tim Pemekaran mengaku mendapat sambutan positif dari Gubernur Maluku dalam audiensi yang dilakukan sehari sebelumnya. Hal ini semakin meneguhkan optimisme mereka bahwa perjuangan kali ini akan lebih terarah.
“Kami mengapresiasi Komisi I yang sudah mendukung. Harapan kami, perjuangan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi berlanjut hingga pada keputusan politik resmi DPRD dan Gubernur Maluku,” ungkap Ketua Tim Pemekaran penuh harap.
Langkah Komisi I memberi angin segar bagi masyarakat Kepulauan Babar Damer. Di balik perjuangan administratif dan politik, tersimpan kerinduan besar masyarakat akan percepatan pembangunan, pemerataan layanan publik, serta ruang lebih luas bagi daerah kepulauan untuk mengelola potensi dan masa depannya sendiri.


