Dobo, MalukuPost.com – Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohammad Djumpa, M.Si, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk mengatasi tantangan geografis Kabupaten Kepulauan Aru yang terdiri dari 678 pulau. Dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Djumpa mengajak semua elemen masyarakat, sektor swasta, serta lembaga keuangan untuk bekerja sama dalam mempercepat pembangunan.
“Dengan kondisi geografis kita yang terdiri dari banyak pulau, tantangan terbesar yang kita hadapi adalah keterbatasan akses dan infrastruktur. Namun, melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan, kita bisa mengatasi hambatan tersebut dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar,” ujar Wakil Bupati Djumpa, Sabtu (20/9/2025).
Ia menekankan, agar ke depan, pembangunan ekonomi daerah dapat berjalan lebih efektif dan merata, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kepulauan Aru telah menyusun tiga program fokus yang dapat menggerakkan perekonomian daerah, di antaranya. Satu, Pengembangan Ekonomi Daerah. Program ini mencakup kegiatan business matching, pembiayaan UMKM, serta penguatan sektor perikanan yang merupakan salah satu potensi unggulan Kabupaten Kepulauan Aru. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan pelaku usaha lokal dapat lebih mudah mendapatkan akses pasar dan dukungan finansial untuk mengembangkan usaha mereka.
Dua, Perluasan Akses Keuangan Dalam rangka memperluas inklusi keuangan, program ini bertujuan untuk meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), memperbanyak agen Laku Pandai, serta mengembangkan program KEJAR (Kredit Elektronik untuk Usaha Rakyat). Hal ini akan mempermudah masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil, untuk mengakses layanan keuangan yang lebih mudah dan cepat.
Tiga, peningkatan digitalisasi UMKM menjadi salah satu kunci penting untuk mengembangkan UMKM di era modern. Program ini berfokus pada pengembangan merchant QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk memudahkan transaksi digital bagi pelaku usaha, sehingga UMKM dapat menjangkau lebih banyak konsumen baik secara lokal maupun nasional.
Ketiga program ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah dan mempercepat pengembangan sektor UMKM yang menjadi pilar penting dalam perekonomian Kabupaten Kepulauan Aru.
Wakil Bupati Djumpa menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, serta sektor swasta adalah kunci untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada. Dengan langkah-langkah konkret ini, Kabupaten Kepulauan Aru bisa lebih siap menghadapi masa depan yang lebih cerah dengan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Kita harus bergandengan tangan, agar seluruh potensi daerah bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Dengan adanya program-program yang terintegrasi ini, kami yakin Kabupaten Kepulauan Aru akan semakin maju dan masyarakatnya akan semakin sejahtera,” tutup Wakil Bupati Djumpa.


