Ini Capaian dan Rencana Infrastruktur 2025–2026 Dinas PU Kota Ambon

Ambon, Malukupost.com – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pekerjaan Umum memaparkan capaian pelaksanaan program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon tahun 2025, sekaligus menyiapkan rencana kerja infrastruktur 2026.

Kepala Dinas PU Kota Ambon, Melly Latuihamallo, menyampaikan hal ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (11/12/2025).

Menurutnya, progres pembangunan dan pemeliharaan jalan, program pengurangan kemacetan, serta rencana prioritas infrastruktur tahun 2025 telah mencapai 100 persen.

“Pekerjaan jalan tahun ini dibiayai melalui APBD serta Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit pada satu lokasi di Baguala, tepatnya kawasan terminal transit, dan sudah 100 persen selesai,” jelas Latuihamallo.

Sebanyak 12 ruas jalan dikerjakan melalui APBD, terdiri dari enam ruas peningkatan (aspal ke hotmix) dan enam ruas pemeliharaan berkala (hotmix ke hotmix). Dua lokasi pembangunan baru juga dilakukan, yaitu Rutong dan Halong Atas di Jalan Lapin, dengan total panjang pekerjaan sekitar 13 kilometer. Anggaran yang terserap mencapai Rp 7,8 miliar untuk pemeliharaan berkala dan Rp 5,7 miliar untuk peningkatan.

Sebagian besar pekerjaan telah selesai di Passo, Tawiri, Platmina, Batu Tagepe, dan Lorong Amalatu, sementara dua lokasi, Talaga Raja dan Larier, ditargetkan selesai pekan depan.

Untuk 2026, Dinas PU memprioritaskan perbaikan jalan di Wayame, Benteng Atas, Nania, dan Waiheru (Jalan masuk SMA Negeri 7 Hative Besar) dengan usulan anggaran sekitar Rp 12 miliar. Selain itu, proyek Jalan Hutumuri senilai Rp 40 miliar akan dikerjakan oleh Balai Jalan, demikian juga pembangunan jalan lingkar di kawasan Pagar Perikanan dan pelebaran Jalan Sudirman untuk mengurangi kemacetan.

Program pengurangan kemacetan di kawasan Mardika juga telah dilaksanakan, termasuk penataan area parkir, dengan pembongkaran area parkir di Pasar Apung agar kawasan bebas macet. PU juga merencanakan pembangunan area parkir truk di Pelabuhan Pasar dan area eks Pasar Gambus.

Latuihamallo menambahkan, persoalan minimnya penerangan di beberapa titik, terutama Hative Besar, disebabkan pergantian jaringan dan tiang lampu baru yang membutuhkan behel khusus dari Jawa. Pemeriksaan lampu rusak juga terus dilakukan di kawasan Wayame, Patung “Ambon City of Music,” dan Kebun Cengkeh.

Dinas PU menegaskan komitmennya menuntaskan dua lokasi tersisa dan menyiapkan rencana kerja prioritas 2026 untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan pengurangan kemacetan di Kota Ambon.

Pos terkait