ITAWAKA-MALTENG, Malukupost.com – Setelah melalui perjalanan panjang selama kurang lebih 16 tahun, Jemaat GPM Itawaka, Klasis Pulau-Pulau Lease, Kabupaten Maluku Tengah, akhirnya menapaki babak baru pelayanan melalui pentahbisan dan peresmian Gedung Pastori dan Gedung Serbaguna, Minggu (28/12/2025).
Peresmian dilakukan oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. Sadrac Izack Sapulette, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol. Prosesi pengguntingan pita dilakukan oleh Maya Baby Lewerissa, Istri Gubernur Maluku sekaligus Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, dilanjutkan dengan penyerahan kunci Gedung Pastori dan Gedung Serbaguna kepada Jemaat GPM Itawaka.

Gedung Pastori dan Gedung Serbaguna dibangun sejak peletakan batu alas hingga selesai dengan total anggaran sekitar Rp4,7 miliar. Kedua gedung ini diperuntukkan sebagai penunjang utama pelayanan gerejawi, di mana Pastori menjadi tempat tinggal pendeta yang melayani di Jemaat GPM Itawaka, sementara Gedung Serbaguna difungsikan sebagai pusat berbagai aktivitas seremonial dan pembinaan jemaat.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentahbisan gedung tersebut merupakan bukti nyata penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa bagi Jemaat GPM Itawaka yang terus melangkah dalam iman, kasih, dan pengharapan.
“Pembangunan Pastori dan Gedung Serbaguna ini bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi menjadi simbol berkat, penyertaan, dan kasih karunia Tuhan. Melalui gedung ini, saya berharap akan bertumbuh persekutuan yang indah dan utuh, menghasilkan jemaat yang misioner dan sanggup mengemban pelayanan gerejawi sesuai amanat agung Kristus,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. Sadrac Izack Sapulette, mengajak seluruh jemaat untuk bersyukur atas campur tangan Tuhan dalam pergumulan panjang pembangunan Pastori dan Gedung Serbaguna yang kini dapat ditahbiskan dan digunakan.
“Kedua gedung ini adalah bukti komitmen dan kecintaan warga jemaat, anak negeri Itawaka, dalam mendukung pelayanan gereja. Tidak hanya membangun aspek spiritual, tetapi juga pelayanan kasih, sosial, dan pembinaan generasi,” tuturnya.
Menurutnya, Gedung Serbaguna dirancang sebagai ruang hidup bersama yang terbuka dan multifungsi, termasuk untuk pengembangan kapasitas generasi muda melalui pelatihan bahasa dan komputer sesuai dengan rencana awal pembangunan.
Pentahbisan dan peresmian ini menjadi tonggak penting bagi Jemaat GPM Itawaka untuk terus melangkah sebagai gereja yang hidup, terbuka, dan misioner, serta hadir membawa berkat bagi masyarakat dan daerah.


