Ambon, Malukupost.com – Pemerintah Kota Ambon terus berupaya memperkuat kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional meskipun menghadapi keterbatasan lahan pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan TNI, Polri, penyuluh pertanian, serta petani lokal.
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengatakan, saat ini Kota Ambon mengelola sekitar 12 hektare lahan padi gogo atau padi ladang yang tersebar di sejumlah lokasi, dengan sebagian di antaranya telah memasuki masa panen. Selain padi, pemerintah kota juga mengembangkan komoditas jagung.
“Walaupun lahannya terbatas, dengan kerja sama dan sinergi semua pihak, Ambon tetap bisa mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional,” ujar Wattimena di sela kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional di Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, Rabu (7/1/2026).
Bodewin juga mengajak pemilik lahan kosong di Kota Ambon untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian. Menurut dia, lahan tidak harus menjadi aset pemerintah, tetapi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama dengan pendampingan dari penyuluh pertanian.
Selain padi, Bodewin menyoroti persoalan tingginya harga cabai yang kerap memicu inflasi di Ambon. Kebutuhan cabai di kota tersebut mencapai sekitar 1.080 ton per tahun, sementara produksi lokal baru berada di kisaran 40 hingga 50 ton.
“Kalau setengah dari kebutuhan itu bisa dipenuhi sendiri, dampaknya sangat besar,” katanya.
Ia mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkontribusi terhadap pengendalian inflasi.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Pemkot Ambon pada tahun ini akan menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian kepada seluruh kelompok tani.
“Pemerintah mendorong dan memfasilitasi. Targetnya Ambon semakin mandiri pangan dan inflasi bisa ditekan,” pungkas Wattimena.


