Dampinggi Menteri Agama, Gubernur HL Tegaskan Maluku Rumah Bersama

Ambon, MalukuPost.com – Kunjungan kerja Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, ke Ambon, Maluku, Jumat (16/01/2025), menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali Maluku sebagai ruang hidup bersama yang rukun, inklusif, dan berkeadaban.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agama didampingi langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, yang menekankan bahwa Maluku adalah rumah bersama bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang perbedaan iman dan latar belakang.

Salah satu agenda utama kunjungan Menteri Agama adalah menghadiri dan meresmikan alih bentuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon, sekaligus meresmikan Gedung Kuliah Terpadu UIN serta meluncurkan program digitalisasi arsip di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon. Rangkaian kegiatan ini menandai babak baru penguatan pendidikan keagamaan yang inklusif di Maluku.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Agama di Ambon bukan sekadar membawa kehormatan, tetapi juga harapan dan energi baru bagi pengembangan pendidikan keagamaan yang moderat dan relevan dengan tantangan zaman.

“Maluku adalah rumah bersama. Di negeri ini, perbedaan bukan alasan untuk kembali terpecah, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan. Karena itu, setiap ikhtiar membangun pendidikan harus berpijak pada nilai persaudaraan, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap sesama,” tegas Gubernur.

Ia menilai peresmian UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan lompatan besar dalam sejarah pendidikan tinggi keagamaan di Maluku. Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari perhatian dan komitmen kuat Menteri Agama dalam memajukan pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Maluku, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Menteri Agama RI. Semoga UIN A.M. Sangadji Ambon mampu melahirkan generasi intelektual yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial dan ekologis bagi Maluku dan Indonesia,” ujarnya.

Suasana kunjungan semakin hangat ketika Menteri Agama dan Gubernur Maluku disuguhi atraksi seni musik kolaboratif lintas iman oleh mahasiswa UIN dan IAKN. Kolaborasi tersebut menjadi simbol kuat harmoni antarumat beragama yang telah lama tumbuh dan terawat di Maluku.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum Menteri Agama bertema “Implementasi Kurikulum Cinta dan Ekoteologi dalam Membangun Masa Depan Maluku yang Damai, Adil, dan Berkeadaban”, serta kegiatan ekoteologi berupa penanaman pohon di lingkungan kampus UIN Ambon.

Dalam kuliah umumnya, Menteri Agama menegaskan bahwa UIN dan IAKN harus menjadi pusat pencerahan umat, bukan hanya mengajarkan teks keagamaan secara kaku, tetapi juga menumbuhkan kemampuan membaca konteks zaman. Ia mengapresiasi Ambon sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerukunan tertinggi di Indonesia dan menyebutnya sebagai kekayaan sosial yang harus terus dirawat.

“Indonesia itu indah karena kerukunannya. Ambon adalah contoh nyata. Di sini kita belajar bahwa agama sejatinya mengajarkan cinta, bukan kebencian,” kata Menteri Agama.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan lembaga pendidikan dalam membangun Maluku yang damai, berkeadaban, serta berkelanjutan, sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya.

Pos terkait