Resmi Pimpin Karang Taruna Maluku, Alexander Waas Tegaskan Kerja Nyata Bukan Seremonial

Ambon, MalukuPost.com – Alexander Waas resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Maluku secara aklamasi dalam Temu Karya Pengurus Karang Taruna Provinsi Maluku yang digelar di Hotel Santika Premiere Ambon, Sabtu (21/2/2026). Pemilihan berlangsung demokratis dan penuh kebersamaan, disaksikan pengurus nasional hingga daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Umum Bidang OKK Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Bakhtiar Sebayang beserta jajaran PNKT, Ketua Caretaker PPKT Maluku Halimun Saulatu, serta pengurus Karang Taruna kabupaten/kota se-Maluku, termasuk perwakilan desa dan kelurahan di Kota Ambon.

Usai terpilih, Alexander Waas menegaskan bahwa kepemimpinannya akan diarahkan pada kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, Karang Taruna lahir dari masyarakat dan harus kembali bekerja di tengah masyarakat. “Karang Taruna bukan organisasi event. Karang Taruna adalah organisasi sosial yang lahir dari masyarakat. Karena itu kami akan turun langsung ke lapangan dengan program-program yang nyata dan menyentuh kebutuhan warga,” tegas Alexander.

Ia menjelaskan, setelah struktur kepengurusan rampung, Karang Taruna Provinsi Maluku akan segera menggelar rapat kerja untuk merumuskan dan menjalankan program strategis, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda Maluku. Selain itu, konsolidasi organisasi masih akan dilanjutkan, mengingat masih terdapat lima kabupaten yang belum melaksanakan pemilihan ketua Karang Taruna.

Alexander juga menegaskan posisi Karang Taruna sebagai organisasi yang mendukung pemerintah. Ia menyebut Karang Taruna secara struktural merupakan organisasi plat merah yang siap bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam menjalankan program pembangunan.

“Kami berdiri bersama pemerintah. Apa yang menjadi program pemerintah akan kami dukung dan kawal melalui kerja-kerja sosial di masyarakat,” ujarnya.

Terkait tuntutan agar Karang Taruna memiliki jejaring nasional yang kuat, Alexander mengaku telah memiliki bekal tersebut. Jejaring itu, menurutnya, tidak hanya dengan pemerintah pusat, tetapi juga dengan pihak swasta, sehingga Karang Taruna dapat menjadi jembatan masuknya program dan investasi sosial ke Maluku.

“Jejaring ini kami bawa untuk Maluku. Karang Taruna akan menjadi penghubung antara lembaga nasional, dunia usaha, dan masyarakat di daerah,” katanya.

Dalam menghadapi persoalan kemiskinan dan pengangguran, Alexander menegaskan Karang Taruna akan menawarkan pendekatan berbeda dibanding organisasi kepemudaan lainnya. Fokus utamanya adalah pembinaan dan inkubasi kewirausahaan pemuda, tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga dengan membangun ekosistem usaha.

“Kami akan membantu pemerintah melahirkan wirausaha baru, mengurangi kemiskinan, dan menekan pengangguran melalui program kewirausahaan yang terintegrasi,” tandasnya.

Dengan kepemimpinan baru ini, Waas mengaku Karang Taruna Provinsi Maluku akan mampu bangkit sebagai organisasi pemuda yang aktif, solutif, dan konsisten menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku.

Pos terkait