Bodewin Kukuhkan Lisa Wattimena sebagai Bunda Guru Kota Ambon

Ambon, Malukupost.com – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengukuhkan Lisa Wattimena sebagai Bunda Guru Kota Ambon sekaligus membuka Konferensi Kerja I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Ambon Masa Bakti XXIII Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kamari Hotel, kawasan Tanah Tinggi, Kamis (20/8/2026). Bodewin mengatakan keberadaan Bunda Guru diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara guru, PGRI, dan Pemkot Ambon.

Menurutnya, penunjukan istri kepala daerah sebagai Bunda Guru dimaksudkan untuk membuka jalur komunikasi yang lebih mudah saat guru maupun organisasi profesi menghadapi persoalan.

“Pemerintah Kota Ambon hari ini sangat responsif dan berusaha membuka akses seluas-luasnya kepada setiap organisasi profesi, termasuk PGRI, untuk menyampaikan permasalahannya,” kata Bodewin.

Dia menilai peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari peran guru. Pemkot Ambon akan memprioritaskan peningkatan kapasitas tenaga pendidik sekaligus pemerataan distribusi guru di sekolah-sekolah.

Bodewin juga mengungkapkan capaian pendidikan Kota Ambon saat ini masih berada pada status Tuntas Pratama. Pemkot menargetkan capaian tersebut dapat meningkat ke status Tuntas Madya dalam waktu dekat.

Terkait konferensi PGRI, Bodewin mengingatkan organisasi profesi tersebut memiliki peran dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan anggota. PGRI juga menjadi wadah pembinaan serta peningkatan kualitas guru.

Dia berharap Konferensi Kerja I PGRI dapat menghasilkan program kerja yang memperkuat organisasi sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Ambon.

“Konferensi ini harus dimanfaatkan untuk merumuskan program kerja yang dapat memperkuat PGRI sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Ambon,” ujarnya.

Sementara itu, Bunda Guru Kota Ambon Lisa Wattimena mengucapkan terima kasih kepada PGRI atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dia memandang gelar tersebut sebagai tanggung jawab moral untuk ikut mendukung para guru.

“Bagi saya ini bukan soal gelar yang disandangkan di bahu saya, tetapi saya maknai sebagai tanggung jawab moral dan bentuk ikatan batin untuk PGRI dan semua guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Ambon,” kata Lisa.

Lisa berkomitmen menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan motivator bagi guru. Dia juga ingin ikut memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik di Kota Ambon.

Dia berpesan kepada seluruh guru agar menjaga citra, harkat, martabat, dan integritas profesi. Guru dinilai memiliki posisi sebagai teladan bagi anak-anak dalam proses pendidikan.

“Saya ingin berpesan kepada guru-guru di Kota Ambon agar tetap menjaga citra sebagai guru. Harkat, martabat, dan integritas guru tetap dijaga sebagai pendidik yang menjadi role model bagi anak-anak di Kota Ambon, sehingga harapan kita mewujudkan generasi emas dapat tercapai,” pungkasnya.

 

Pos terkait