Bula, MalukuPost.com – PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), dengan ketahanan stok di Fuel Terminal Bula rata-rata mencapai 10-12 hari.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan distribusi BBM subsidi maupun nonsubsidi terus dilakukan dengan perencanaan dan pengelolaan setiap hari.
“Distribusi BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, terus dilakukan dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik setiap harinya guna memastikan kelancaran dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat. Dalam setiap prosesnya, Pertamina senantiasa mengedepankan aspek keselamatan sebagai bagian penting dari pelaksanaan operasional distribusi dan layanan penyaluran BBM,” jelas Ispiani.
Menurutnya, masyarakat Bula saat ini dilayani dua SPBU. SPBU 86.975.19 menyalurkan JBKP Pertalite dan BBM nonsubsidi, sedangkan SPBU 84.975.06 melayani JBKP Pertalite, JBT Solar dan BBM nonsubsidi.
Untuk menjaga ketersediaan pasokan, Fuel Terminal Bula secara rutin memastikan stok BBM tetap tersedia. Suplai melalui kapal dilakukan setiap 4-5 hari untuk mengisi tangki-tangki penyimpanan.
“Stok di Fuel Terminal juga terus dijaga, kapal setiap 4-5 hari sekali terus mensuplai stok BBM ke tanki-tanki. Khusus penyaluran BBM non subsidi kami siap menyediakan sesuai kebutuhan, untuk BBM subsidi tentu akan kami jaga penyalurannya sesuai kuota yang ditugaskan Pemerintah,” lanjut Ispiani.
Pertamina Patra Niaga juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan Pertamina Contact Center 135 sebagai kanal informasi dan pengaduan terkait layanan BBM.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina menjaga kelancaran distribusi energi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat Bula tetap berjalan.


