Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Bina 19 SPBU Penyalur BBM Bersubsidi

Ambon, MalukuPost.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memberikan pembinaan kepada 19 SPBU yang tersebar di wilayah Papua dan Maluku sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Pembinaan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi terhadap operasional serta pelayanan SPBU, khususnya dalam penyaluran BBM bersubsidi agar berjalan sesuai ketentuan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan pembinaan merupakan upaya memastikan seluruh lembaga penyalur menjalankan operasional dan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai standar yang berlaku.

“BBM bersubsidi merupakan komoditas yang diperuntukkan bagi masyarakat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, penyaluran harus dilakukan secara tertib, tepat sasaran dan sesuai aturan,” kata Ispiani.

Ia menjelaskan, pembinaan terhadap 19 SPBU tersebut berupa penghentian sementara distribusi Pertalite maupun Biosolar dalam periode tertentu, sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

Ke-19 SPBU tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni dua SPBU di Kota Jayapura, empat di Kota Sorong, dua di Kabupaten Lanny Jaya, satu di Kabupaten Merauke, dua di Kabupaten Mimika, satu di Kabupaten Puncak Jaya, satu di Kabupaten Nabire, satu di Kabupaten Halmahera Selatan dan lima SPBU di Kota Ambon.

Menurut Ispiani, tindakan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan sanksi, tetapi juga mendorong pengelola SPBU melakukan perbaikan terhadap operasional dan pelayanan.

“Kami ingin memastikan setiap SPBU yang mendapatkan pembinaan benar-benar melakukan perbaikan agar seluruh SPBU tersebut dapat melakukan pelayanan yang baik, menjalankan operasional secara tertib dan memberikan rasa aman serta nyaman kepada konsumen,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga, lanjut Ispiani, tetap melakukan monitoring terhadap tindak lanjut yang dilakukan pengelola SPBU setelah tindakan pembinaan diberikan.

Ia menegaskan pengawasan terhadap lembaga penyalur BBM bersubsidi akan terus dilakukan di seluruh wilayah Papua dan Maluku.

“Proses pengawasan pun tidak dapat kami lakukan sendiri. Pertamina Patra Niaga selalu terbuka terhadap informasi dari masyarakat,” katanya.

Masyarakat yang menemukan pelayanan atau proses penyaluran BBM di SPBU yang dinilai tidak sesuai ketentuan dapat melaporkannya melalui Pertamina Contact Center 135.

“Informasi tersebut akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan,” pungkas Ispiani.

Pos terkait