Wali Kota Tual Soroti Minyak Tanah Langka hingga Krisis Air

MalukuPost.com, Tual – Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Mulai dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), terutama minyak tanah, hingga kebutuhan air bersih akibat musim kemarau panjang.

Hal itu disampaikan Akhmad Yani dalam sambutan yang dibacakan Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra pada Rapat Paripurna DPRD Kota Tual dalam rangka Penutupan Masa Sidang II dan Pembukaan Masa Sidang III Tahun Sidang 2026, Selasa (8/9/2026).

Dalam sambutannya, Akhmad Yani mengatakan rapat paripurna tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai agenda, pembahasan, serta pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD bersama Pemerintah Kota Tual selama Masa Sidang II.

“Berbagai dinamika yang kita hadapi selama Masa Sidang II hendaknya menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, prioritas pelayanan publik, pembangunan daerah, serta pemberdayaan masyarakat,” kata Akhmad Yani dalam sambutan yang dibacakan Amir.

Ia juga mengapresiasi pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Tual atas kerja sama, komunikasi dan sinergi yang telah terbangun.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam pembahasan berbagai agenda pemerintahan merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Namun, seluruh proses tersebut harus bermuara pada tujuan yang sama, yakni kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kota Tual.

Memasuki Masa Sidang III Tahun Sidang 2026, Akhmad Yani menilai tantangan pembangunan Kota Tual semakin kompleks.

Pemerintah daerah dan DPRD diminta memperkuat kolaborasi dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

Di tengah agenda pembangunan tersebut, Pemkot Tual juga masih berupaya mencari jalan keluar terhadap sejumlah persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.

“Saat ini, Pemerintah Kota Tual terus berupaya mencari jalan keluar untuk menjawab kebutuhan masyarakat seperti kelangkaan BBM terutama minyak tanah,” ujar Akhmad Yani.

Selain minyak tanah, Pemkot Tual juga berupaya memastikan penyaluran BBM bersubsidi, seperti Pertalite, dapat tepat sasaran.

Tak hanya BBM, musim kemarau panjang juga menjadi perhatian Pemkot Tual.
Pemerintah melakukan tindakan tanggap darurat berupa distribusi air minum atau air bersih layak konsumsi kepada masyarakat di Finua Kaimear, Kecamatan Pulau-Pulau Kur.

Distribusi air juga dilakukan di Ohoi Tam Ngurhir, Ngurnila dan Ohoitom, Kecamatan Tayando Tam.

Pemkot Tual sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan di wilayah Kota Tual akibat musim kemarau panjang.

Dalam rapat paripurna tersebut, Pemerintah Kota Tual juga menerima Pokok-Pokok Pikiran DPRD Kota Tual.

Akhmad Yani menyebut pokok-pokok pikiran DPRD merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang diserap melalui pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD.

Dokumen tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah Kota Tual akan mencermati dan menindaklanjuti pokok-pokok pikiran tersebut, sesuai dengan mekanisme perencanaan pembangunan daerah, kemampuan keuangan daerah, skala prioritas pembangunan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Ia berharap aspirasi masyarakat tidak berhenti pada proses penyampaian. Aspirasi tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Akhmad Yani juga mengajak seluruh elemen masyarakat ikut bertanggung jawab dalam pembangunan Kota Tual.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah maupun DPRD. Dukungan dunia usaha, lembaga keagamaan, tokoh adat, tokoh agama, lembaga pendidikan, pemuda, perempuan dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.

“Semangat Tual Maryadat harus terus kita maknai sebagai kekuatan bersama dalam membangun Kota Tual yang maju, aman, religius, berbudaya, sejahtera, berdaya saing dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga meminta seluruh jajaran Pemkot Tual dan DPRD menjaga kebersamaan serta suasana kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Perbedaan pilihan, pandangan maupun latar belakang jangan menjadi penghalang bagi kita untuk bekerja bersama. Justru keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan dalam membangun Kota Tual,” ujarnya.

Akhmad Yani berharap pelaksanaan Masa Sidang III dapat berjalan lebih baik, efektif dan produktif serta menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Pos terkait