MalukuPost.com, Tual – Pemerintah Kota (Pemkot) Tual memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan BBM bagi masyarakat tetap tersedia dan distribusinya tepat sasaran.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tual yang digelar Selasa (1/9/2026).
Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra, hadir mewakili Wali Kota Akhmad Yani Renuat saat rapat yang Rapat dihadiri pula oleh jajaran TPID Kota Tual, perwakilan PT Pertamina, agen dan pemilik pangkalan Pertalite dan minyak tanah, serta pimpinan SPBU BTN Un Tual.
Rapat tersebut membahas kondisi harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok serta langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Salah satu perhatian dalam rapat yakni distribusi BBM bersubsidi di Kota Tual.
Amir menegaskan distribusi BBM bersubsidi harus dilakukan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu. Dia meminta pemerintah daerah, Pertamina, agen, pangkalan, serta pengelola SPBU memperkuat koordinasi.
“Ketersediaan BBM bersubsidi merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kita harus memastikan tidak ada kelangkaan dan tidak ada penyimpangan dalam penyalurannya,” ujar Amir Rumra.
Amir meminta seluruh agen, pangkalan, dan pengelola SPBU menjaga stok BBM serta memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai ketentuan.
Dia juga meminta setiap kendala yang ditemukan di lapangan segera dilaporkan kepada TPID dan Pertamina agar dapat ditangani dengan cepat.
Dalam rapat tersebut, pihak Pertamina menyampaikan komitmennya untuk memantau pasokan BBM dan meningkatkan koordinasi dengan agen serta pangkalan.
Sementara itu, TPID Kota Tual akan memperkuat pengawasan di lapangan untuk mencegah praktik penimbunan dan penjualan BBM bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Rapat juga membahas antisipasi terhadap potensi peningkatan kebutuhan BBM menjelang akhir tahun.
Selain itu, penguatan data penerima BBM bersubsidi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membeli BBM secara berlebihan turut menjadi pembahasan.
Amir berharap koordinasi antara Pemkot Tual, Pertamina, agen, pangkalan, dan SPBU dapat menjaga kelancaran distribusi BBM bersubsidi.
“Jangan sampai persoalan distribusi BBM mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak terhadap inflasi daerah,” kata Amir.


