AMBON, MalukuPost.com – Jumlah Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Provinsi Maluku mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya hanya terdapat dua lokasi, pada 2026 jumlahnya kini mencapai 79 kampung yang tersebar di 11 kabupaten/kota.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Erawan Asikin, mengatakan jumlah tersebut masih merupakan angka sementara dan berpotensi kembali bertambah.
“Di Maluku 2026 Kampung Nelayan Merah Putih ada 79. Ini angka sementara, jadi bisa bertambah lagi,” kata Erawan kepada wartawan di kantor Gubernur, Selasa (01/09/2026).
Ia menjelaskan, dari 79 lokasi tersebut, sebanyak 10 merupakan HAP, empat lokasi masuk kategori penyangga plus, sementara sisanya merupakan lokasi penyangga. Seluruhnya tersebar di wilayah 11 kabupaten/kota di Maluku.
Menurut Erawan, peningkatan jumlah KNMP tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup luar biasa jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya yang hanya terdapat dua lokasi.
“Kalau dibandingkan dengan sebelumnya, terjadi peningkatan yang luar biasa. Sebelumnya cuma dua,” ujarnya.
Ia berharap jumlah Kampung Nelayan Merah Putih di Maluku dapat terus bertambah sehingga memberikan dampak terhadap pengembangan kehidupan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan daerah.
Pertemuan dengan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga telah dilakukan untuk mendorong percepatan pelaksanaan program tersebut.
Erawan mengatakan, percepatan pembangunan menjadi perhatian penting mengingat waktu pelaksanaan yang semakin terbatas. Pemerintah daerah berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan sesuai target.
“Gubernur berharap ini bisa terlaksana dengan baik, mengingat waktunya semakin sempit. Karena Gubernur menaruh harapan ini menjadi salah satu penting pemicu bagi pembangunan perikanan di Maluku,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan KNMP diharapkan tidak sekadar menjadi pembangunan fisik, tetapi juga menjadi salah satu penggerak baru bagi sektor perikanan Maluku, terutama dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.
Untuk mengejar target tersebut, proses administrasi kontrak mulai dilakukan pada bulan ini. Erawan menegaskan, seluruh proses kontrak untuk tahun berjalan ditargetkan dapat diselesaikan sehingga pembangunan di masing-masing lokasi bisa segera dilaksanakan.
“Bulan ini sudah mulai dengan administrasi kontrak. Tahun ini sudah harus selesai,” tandasnya.


