Aneh !! Kapal Layar Dipakai Untuk Berantas Illegal Fishing

  • Whatsapp

Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menerima bantuan satu unit kapal bekas dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susu Pudjiastuty melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kapal Bekas yang diberikan Menteri Susi ini akan dipakai untuk menjaga teritorial laut Kabupaten BB dari ulah perompak dan penjarah ikan.

Namun bantuan ini memberikan penilaian miring dan diluar batas kewajaran, karena kapal bekas yang diberikan adalah tipe kapal layar sejenis Kapal Yacht Reach Darwin – Ambon.

Ironisnya, Bupati SBB, Jacobus F. Puttileihalat bersikukuh kapal layar bekas tersebut bakal dipakai untuk patroli laut untuk mengejar pencuri ikan dan pengrusakan ekosistem laut di kawasan laut Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Yang jelas kapal itu bantuan KKP, hanya membutuhkan minyak sekitar satu ton. Dan dapat berlayar dengan cepat kalau mempergunakan layar. Kapal itu khusus mengawasi seluruh terumbu karang yang mana ada Illegal Fishing atau orang yang tidak bertanggung jawab yang biasanya merusak terumbu karang, “ jelas Bupati SBB, Jacobus F. Puttileihalat di Piru, Kamis (9/4) pekan kemarin.

Menurut Puttileihalat, kedepan Pemkab SBB akan mendatangkan kapal patroli laut untuk difungsikan bersama kapal bekas bantuan KKP untuk menjaga wilayah teritorial laut Kabupaten SBB.

“Nanti kedepan kita akan upaya tambahkan. Agar kita dapat mengatasi berbagai masalah yang terjadi di wilayah laut kita,” tandas Puttileihalat yang sudah menjadi Bupati dua periode ini.

DKP SBB Tidak Tahu

Anehnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) SBB yang dipimpin Edy Riry mengaku tak tahu menahu dengan bantuan KKP ini. Dia bahkan menduga kapal layar bekas bantuan KKP ini merupakan bantuan pemerintah pusat kepada Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten SBB.

“Saya tidak tahu itu kapal dari siapa, mungkin itu bantuan untuk Dinas Perhubungan,” singkat Edy Riry.

Untuk diketahui, Kapal yang biasanya dipakai TNI AL jenis Fregat sebagai kapal standar mengejar para perompak ikan atau Ilegall Fishing  dan para mafia Illegal Logging atau Illegal Oil di laut Indonesia yakni kapal  PC. 36 M (Fasharkan) TNI AL yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2005.

Kapal pemburu anti kapal permukaan  dengan kecepatan 20 Knot dan todongan meriam Oerlikon 20 mm cocok dipergunakan untuk menghadapi aksi perompakan, illegal logging, pencurian ikan, dan kejahatan perairan lainnya.

Sementara kapal patroli perikanan yang biasanya dipakai oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan RI yakni kapal dengan jenis SKIPPI (Sistim Kapal Inspeksi Pengawas Perikanan Indonesia) adalah kapal Patroli dengan kemampuan navigasi canggih dengan kecepatan 24 Knots dan mempunyai daya jelajah hingga 2 minggu di tengah laut. (10)

Pos terkait