Kegiatan Launching Mangente Ambon Dinilai Boros Anggaran Daerah

Ambon, Maluku Post.com – Program pemerintah kota (pemkot) Ambon yang saat ini digambar gemborkan yakni Mangente Ambon, dimana kegiatan launching kegiatan tersebut dilakukan di Jakarta dinilai merupakan gaya pemborosan keuangan daerah.

Ironisnya, fokus kegiatan Mangente Ambon adalah di kota Ambon, namun kelihatannya difokuskan di provinsi-provinsi lain bahkan launching kegiatan tersebut dilakukan di Jakarta, hal ini disampaikan Wakil Ketua KNP Kota Ambon, Ferry Kasale di Ambon, Senin (20/4).

“Saya tidak mengerti alasan substansi apa sehingga pemkot ambon melalui wali kota dan jajarannya harus memilih Ibu Kota Negara untuk melakukan launching program yang nantinya dilakukan di Kota Ambon.”kesal Ferry.

Menurut Ferry, Bisa dibayangkan berapa besar akomodasi dan pembiayaan yang mesti dikeluarkan untuk biaya transportasi pihak-pihak terkait dari Ambon – Jakarta, bahkan biaya akomodasi selama di Jakarta.

“Terlalu besar pengeluaran keuangan daerah dengan peruntukkan yang belum tentu bermanfaat bagi kesejahteraan warga kota. Ini terkesan elitis tanpa merasakan susahnya masyarakat kota yang hidup masih hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan.”paparnya.

Dijelaskan pula, setelah diikuti perkembangan seputar persiapan kegiatan Mangente Ambon, terlihat lebih banyak terfokus di daerah-daerah lain di luar kota Ambon, seperti di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT, NTB dan lain sebagainya. Sementara untuk warga kota sendiri tidak begitu tahu tentang program ini.

“Ini yang menurut kami sangat aneh. Padahal masyarakat kota Ambon harus betul-betul diberikan pemahaman serta sosialisasi yang maksimal agar kesiapan warga kota Ambon juga ikut membantu mensukseskan kegitan ini,”tandas Ferry.

Selain itu lanjut Ferry, output dari kegiatan tersebut tidak begitu berdampak pada kemajuan masyarakat kota. Namun sebaliknya hanya menghambur-hambur uang daerah yang sifatnya menguntungkan sepihak, lalu mengabaikan aspek kesejahteraan masyarakat.

“Saya kira wajar kami secara gamblang mempertanyakan dan mengkritisi kebijakan Pemkot Ambon terkait agenda ini. Serta kami butuh transparansi dan klarifikasi pihak Pemkot Ambon, agar ini tidak menjadi bias dan cenderung dipertanyakan publik.”tegasnya.

Ferry mengingatkan agar pihak pemkot melalui wali kota ambon Ricard Lohenapessy, bahwa masih banyak persoalan yang harus dituntaskan.

“Jangan hanya fokus melaksanakan program-program yang sifatnya seremoni untuk mendongkrak citra personal tertentu, lalu mengabaikan hal-hal urgen lainnya seperti, penanganan dan relokasi pengungsi batu gajah yang kami ikuti belum diselesaikan, persoalan kelangkaan air bersih di daerah-daerah pegunungan kota Ambon serta persoalan-persoalan lainnya yang menurut kami sangat tidak kalah penting untuk segera diperhatikan.”pungkas Ferry. (**)

Pos terkait