“Sangat keterlaluan kalau Porkot nanti disebut-sebut menggunakan sisa anggaran Popmal III/2014. Anggaran Popmal, misalnya untuk bonus atlet dan pelatih saja tidak cukup, kok bilang ada kelebihan anggaran. Dari mana informasi miring itu,” tampik Haumasse kepada Maluku Post via ponselnya, Minggu (19/4).
Untuk mengatasi kendala minimnya anggaran Porkot, ujar Haumasse, pihaknya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terpaksa mengambil alih kegiatannya.
“Selain itu, kita laksanakan Porkot sebagai respons atas surat KONI Pusat melalui KONI Maluku sehingga KONI Kota Ambon membuat proposal permintaan anggaran ke Kemenpora RI sesuai isi surat tersebut. KONI Kota Ambon juga mendukung program Pemkot, Mangente Ambon 2015, dalam rangka menarik masuk wisatawan ke daerah ini,” ulasnya. (09)


